Kamis, 15 Januari 2026 | 18.07 WITA
NTB  

Pemkab Lombok Barat Matangkan Pembangunan Islamic Center, Diarahkan Jadi Ikon Peradaban dan Ekonomi Umat

Foto bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Kemenag Lombok Barat, para Tuan Guru, alim ulama, dan tokoh masyarakat usai Sosialisasi Pembangunan Islamic Center Lombok Barat di Aula Kantor Kemenag Lombok Barat, Rabu (14/1/2026). (Foto: Istimewa)

Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat resmi mengawali tahapan penting pembangunan Islamic Center Kabupaten Lombok Barat melalui kegiatan Sosialisasi Pembangunan Islamic Center yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Barat, Rabu (14/1/2026). Agenda ini menjadi tonggak awal lahirnya ikon religi dan peradaban baru di Ibu Kota Kabupaten, Gerung.

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri jajaran pimpinan daerah, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para Tuan Guru se-Kabupaten Lombok Barat, alim ulama, tokoh masyarakat, serta unsur Kemenag dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Barat. Sosialisasi ini menegaskan kuatnya sinergi lintas sektoral dalam mewujudkan pusat keislaman yang representatif, inklusif, dan berwawasan kearifan lokal.

Islamic Center Lombok Barat dirancang tidak hanya sebagai masjid, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan syiar Islam, pemberdayaan ekonomi umat, serta destinasi wisata religi. Berdasarkan desain awal yang ditampilkan, bangunan ini akan mengusung arsitektur modern yang berpadu dengan nilai-nilai budaya lokal Sasak tanpa mengesampingkan kaidah-kaidah syariat Islam.

Kepala Dinas PUPR Lombok Barat, Ratnawi, menegaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan menjaring saran dan masukan dari para tokoh agama dan masyarakat agar Islamic Center benar-benar mencerminkan nilai keislaman dan kearifan lokal Lombok Barat.

“Alhamdulillah, sosialisasi ini diikuti seluruh Tuan Guru se-Kabupaten Lombok Barat, alim ulama, dan tokoh masyarakat. Kami ingin memastikan konsep, desain, dan nuansa keislaman Islamic Center ini kuat, sekaligus memiliki corak kearifan lokal tanpa menghilangkan kaidah-kaidah Islam,” ujar Ratnawi.

Ia menambahkan, dukungan dari para tokoh agama dan masyarakat sangat kuat terhadap rencana pembangunan tersebut. Saat ini, pemerintah daerah fokus mempercepat proses administrasi, termasuk penyelesaian pembebasan lahan.

“Pembebasan lahan alhamdulillah sudah clear. Tinggal penetapan SK Penlok dan penyesuaian hasil pengukuran terakhir dengan e-sertifikat. Insyaallah, appraisal bisa segera berjalan sehingga proses pembayaran dapat dipercepat,” jelasnya.