Kamis, 15 Januari 2026 | 19.58 WITA

RSUD Tripat Gelar Coffee Morning, Targetkan Layanan Makin Prima di 2026

Manajemen RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat bersama insan pers saat kegiatan Coffee Morning dan ekspos program kerja 2026 di Aula RSUD Tripat. (Foto: Istimewa)

Lombok Barat – RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat menggelar kegiatan Coffee Morning bertajuk “Manajemen RSUD Tripat dengan Pers” yang dirangkaikan dengan ekspos program kerja tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula RSUD Tripat, Sabtu (27/12/2025) yang dihadiri puluhan jurnalis dari berbagai media di Lombok Barat.

Humas RSUD Tripat, Baiq Dewi Septemi Abdiana menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun komunikasi yang lebih terbuka dan berimbang antara manajemen rumah sakit dengan insan pers, sekaligus menjembatani informasi agar mudah dipahami masyarakat.

“RSUD Tripat memiliki berbagai kanal media sosial resmi seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube. Namun kami menyadari, masih banyak masyarakat yang akses digitalnya terbatas. Karena itu, peran media sangat penting untuk menyampaikan informasi layanan dan capaian rumah sakit secara utuh dan berimbang,” ujarnya.

Baiq Temi sapaan akrabnya menegaskan bahwa pihak rumah sakit tidak menutup diri terhadap kritik, namun berharap pemberitaan dapat mencerminkan kondisi riil di lapangan.

“Kami ingin hal-hal positif yang telah dilakukan juga sampai ke masyarakat, tanpa menghilangkan fungsi kontrol dari media,” tambahnya.

Sementara itu disisi lain Direktur RSUD Tripat Lombok Barat, dr. H. SURYADI, Sp.An. Dalam pemaparannya menjelaskan sejarah dan perkembangan rumah sakit sejak mulai dirintis pada tahun 2003 hingga resmi beroperasi pada 28 April 2005. Saat ini, RSUD Tripat telah berusia 20 tahun dan terus mengalami peningkatan layanan.

“RSUD Tripat resmi naik kelas dari rumah sakit tipe C menjadi tipe B pada 31 Maret 2022. Ini menjadi tonggak penting yang menuntut peningkatan fasilitas, SDM, dan layanan spesialistik,” jelasnya.

Ia menyebutkan, saat ini RSUD Tripat telah memiliki sejumlah layanan spesialis prioritas seperti bedah saraf, urologi, kandungan, anak, serta penanganan kasus kegawatdaruratan yang sebelumnya harus dirujuk ke luar daerah.

Selain itu, RSUD Tripat juga ditetapkan sebagai lokus prioritas oleh Kementerian Kesehatan untuk beberapa program nasional, termasuk penguatan layanan KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi). Rumah sakit ini juga sedang menunggu penetapan resmi sebagai rumah sakit pendidikan.

dr. Suryadi juga menyoroti pentingnya kesamaan bahasa antara manajemen rumah sakit dan media agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat, khususnya dalam pemberitaan kasus-kasus tertentu.

“Kadang kebijakan medis seperti pembatasan pengunjung demi keselamatan pasien justru dipersepsikan negatif karena kurangnya pemahaman. Di sinilah kami berharap teman-teman media membantu membahasakan kebijakan rumah sakit dengan bahasa masyarakat,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Wakil Direktur Umum, Keuangan dan SDM RSUD Patut Patuh Patju, Baiq Halimah, ST, menambahkan bahwa rumah sakit juga terus berupaya mengembangkan layanan di luar BPJS untuk menopang keberlanjutan operasional.

“Selain layanan BPJS yang mencapai 99 persen, kami mengembangkan layanan MCU, layanan kesehatan jamaah haji dan umrah, kerja sama dengan perusahaan, serta kegiatan sosial medis bekerja sama dengan dokter luar negeri,” jelasnya.

Selain itu dari Anggota Dewan Pengawas RSUD Tripat Lombok Barat, Rasinah Abdul Igit, menilai kegiatan Coffee Morning ini sebagai langkah awal memperbaiki citra dan memperkecil jarak antara manajemen rumah sakit dan media.

“Media tidak menuntut hal berlebihan, yang utama adalah akses informasi yang cepat dan terbuka. Jika ada persoalan, klarifikasi yang cepat akan mencegah bias pemberitaan,” katanya.

Ia berharap pertemuan informal seperti ini dapat dilakukan secara rutin agar terbangun kepercayaan, keterbukaan, dan sinergi yang berkelanjutan antara RSUD Tripat dan insan pers.