Siaga Kelistrikan Ramadan, PLN NTB Pastikan Layanan Andal untuk Ibadah Tanpa Gangguan
Mataram – Ramadan dan Idulfitri bukan hanya momen spiritual yang dinanti umat Islam, tetapi juga periode dengan lonjakan konsumsi listrik yang signifikan. Menyadari pentingnya menjaga keandalan pasokan listrik selama bulan suci ini, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Apel Siaga Kelistrikan secara serentak di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa pada Selasa (27/2).
Kegiatan ini menjadi bukti kesiapan PLN dalam mengawal ibadah Ramadan agar masyarakat dapat menjalankan puasa, tarawih, dan berbagai aktivitas keagamaan lainnya dengan nyaman tanpa gangguan listrik. General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil berbagai langkah preventif untuk memastikan keandalan sistem kelistrikan selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri.
“Setiap tahun, beban listrik cenderung meningkat di waktu-waktu tertentu, terutama menjelang berbuka puasa dan setelah salat tarawih. Kami telah menyiapkan personel siaga dan peralatan pendukung agar pasokan listrik tetap stabil di seluruh wilayah NTB,” ujar Sudjarwo.

Kesiapan Infrastruktur dan Personel Siaga
PLN NTB memastikan sistem kelistrikan di wilayahnya berada dalam kondisi aman dan terkendali. Data yang dirilis menunjukkan bahwa di Pulau Lombok, beban puncak listrik saat Idulfitri diperkirakan mencapai 335 MW, sementara daya mampu pasok mencapai 403 MW, dengan cadangan operasi sebesar 68 MW. Sementara di Pulau Sumbawa, sistem kelistrikan Tambora diperkirakan mengalami beban puncak 135,61 MW, dengan daya mampu pasok 156,61 MW, menyisakan cadangan 21 MW.
Untuk memastikan kesiapan operasional, PLN NTB mengerahkan 845 personel PLN dan 1.112 tenaga alih daya (TAD) serta mitra kerja yang akan bertugas di berbagai titik strategis. Mereka akan ditempatkan di gardu induk, pusat pembangkit, dan lokasi-lokasi vital lainnya guna memastikan respons cepat jika terjadi gangguan listrik.
Tak hanya itu, PLN juga telah menyiapkan 164 posko siaga kelistrikan, 93 unit peralatan pendukung, serta 326 unit kendaraan operasional yang tersebar di seluruh wilayah NTB. Posko-posko ini akan beroperasi 24 jam nonstop untuk memberikan layanan cepat dan tanggap selama Ramadan dan Idulfitri.
Keselamatan Kerja Jadi Prioritas
Selain memastikan pasokan listrik tetap stabil, PLN juga menekankan pentingnya keselamatan kerja bagi seluruh petugas di lapangan. Sudjarwo mengingatkan bahwa dalam setiap tugasnya, para teknisi harus selalu memprioritaskan keselamatan kerja.
“Kami tidak hanya memastikan listrik tetap menyala, tetapi juga memastikan seluruh personel bekerja dengan standar keselamatan tertinggi. Keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan keselamatan kerja,” tegasnya.

PLN juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan listrik, terutama di jam-jam sibuk seperti menjelang berbuka puasa dan setelah tarawih. Selain itu, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk mendapatkan informasi layanan listrik, termasuk lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersedia di NTB.
Dengan berbagai langkah antisipasi yang telah dilakukan, PLN UIW NTB optimistis dapat menghadirkan Ramadan dan Idulfitri yang nyaman, aman, dan bebas dari gangguan kelistrikan.
Tinggalkan Balasan