Perempuan Tangguh di Garda Depan: Srikandi PLN UPP Nusra 2 Sukses Kawal Sertifikasi 14 Aset Energi Bersih PLTP Ulumbu 5-6

PLN UIP Nusra, melalui UPP Nusra 2, memberikan cendera mata sebagai tanda terima kasih atas kerja sama yang solid dengan BPN Kabupaten Manggarai dalam pengamanan aset energi bersih untuk pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6 Poco Leok. (Foto: Dok. PLN)

Ruteng – Di balik suksesnya pembangunan infrastruktur energi bersih di Nusa Tenggara Timur, ada sosok-sosok perempuan tangguh yang tak kenal lelah dalam memastikan kelancaran proyek. Salah satunya adalah Srikandi PLN UPP Nusra 2, tim perempuan dari Unit Pelaksana Proyek PLN Nusa Tenggara yang baru saja mencatat pencapaian penting dengan mengamankan 14 sertifikat aset energi bersih untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu unit 5-6 Poco Leok.

Bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Manggarai, tim ini berhasil memastikan seluruh proses sertifikasi berjalan sesuai aturan hingga aset tanah seluas 18.855 meter persegi resmi tersertifikasi dalam Penetapan Lokasi (Penlok) 2. Keberhasilan ini bukan hanya soal dokumen kepemilikan, tetapi juga langkah strategis dalam menjamin kepastian hukum bagi pengembangan PLTP Ulumbu sebagai salah satu sumber energi hijau di wilayah NTT.

Perjuangan Srikandi PLN Mengawal Energi Bersih

PLTP Ulumbu 5-6 bukan sekadar proyek kelistrikan, tetapi juga bagian dari upaya Indonesia untuk beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan. Dalam prosesnya, pengamanan aset tanah menjadi faktor krusial. Itulah sebabnya peran Srikandi PLN UPP Nusra 2 begitu signifikan. Dengan ketekunan dan dedikasi tinggi, mereka tidak hanya menangani proses administrasi tetapi juga berkomunikasi langsung dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat setempat dan pemerintah daerah.

General Manager PLN UIP Nusra, Yasir, mengapresiasi peran luar biasa tim Srikandi PLN dalam pencapaian ini.

“Kami sangat bangga dengan Srikandi PLN UPP Nusra 2 yang terus menunjukkan komitmen dan kerja kerasnya. Keberhasilan ini membuktikan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam sektor infrastruktur kelistrikan dan energi bersih. Melalui sinergi yang cerdas dengan BPN Manggarai, 14 aset strategis kini resmi bersertifikat, mendukung kelangsungan proyek PLTP Ulumbu,” ujar Yasir.

Namun demikian, PLN masih memiliki tugas besar ke depan. Masih ada beberapa aset yang perlu diamankan, termasuk akses jalan menuju wellpad J dan wellpad G. Yasir menegaskan bahwa PLN akan terus mengawal proses ini sesuai dengan Keputusan Bupati Manggarai Nomor 366 Tahun 2024 yang mengatur tentang penetapan lokasi proyek.

“Kami berkomitmen untuk menuntaskan seluruh proses pengamanan aset demi kelancaran proyek ini. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang masa depan energi bersih di NTT,” tambahnya.

BPN Manggarai Siap Lanjutkan Proses Sertifikasi

Dari sisi pemerintah, BPN Kabupaten Manggarai menegaskan dukungannya terhadap proyek ini. Kepala Kantor Pertanahan ATR/BPN Manggarai, Jermias Haning, menyampaikan apresiasi kepada PLN atas kerja sama yang telah berjalan baik selama ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas sinergi yang kuat dalam memastikan sertifikasi aset berjalan lancar. Ke depannya, BPN Manggarai akan terus berupaya menyelesaikan sertifikasi untuk sisa aset yang belum terdaftar agar proyek ini dapat berjalan tanpa hambatan,” kata Jermias.

Keberhasilan sertifikasi ini bukan hanya pencapaian administratif, tetapi juga bukti nyata bahwa proyek energi bersih bisa berjalan lebih cepat dan lebih efisien ketika ada kerja sama erat antara pemerintah dan sektor swasta. Dengan semakin banyaknya aset yang telah diamankan, jalan menuju operasional PLTP Ulumbu 5-6 semakin terbuka lebar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup