Selasa, 21 Juli 2026 | 21.45 WITA
Ekobis  

Kolaborasi Besar Menuju NTB Hijau, PLN dan Pemprov Perkuat Langkah Wujudkan Net Zero Emission 2050

Para pemangku kepentingan dari Pemerintah Provinsi NTB, PLN, IESR, akademisi, dan sektor terkait berfoto bersama usai Kick Off Meeting Menuju Emisi Nol Bersih NTB 2050 sebagai wujud penguatan kolaborasi lintas sektor. (Dok. PLN)

MATARAM – Transformasi energi di Nusa Tenggara Barat memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi NTB bersama Institute for Essential Services Reform (IESR) dan PLN membangun kesepahaman strategis untuk mempercepat peralihan menuju energi bersih melalui agenda besar menuju Emisi Nol Bersih 2050 atau bahkan lebih cepat.

Langkah tersebut bukan sekadar agenda formal pemerintahan, melainkan bagian dari upaya menjawab tantangan global terkait krisis iklim dan kebutuhan energi masa depan yang semakin meningkat. NTB dinilai memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan energi terbarukan nasional karena didukung potensi sumber daya alam yang melimpah.

Forum yang berlangsung di Mataram itu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pemerintahan, akademisi, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat sipil. Mereka duduk bersama merumuskan strategi konkret agar transformasi energi dapat berjalan efektif tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah pengembangan super grid Bali–Nusa Tenggara. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi jaringan penghubung energi masa depan yang memungkinkan distribusi energi terbarukan secara lebih luas dan efisien antarwilayah.

PLN UIW NTB dalam kesempatan tersebut memaparkan capaian pengembangan energi baru terbarukan yang telah berjalan di daerah. Saat ini, kontribusi pembangkit berbasis EBT telah mencapai 37,60 MW atau sekitar 5,15 persen dari total kapasitas pembangkit listrik yang beroperasi di NTB.

General Manager PLN UIW NTB Sri Heny Purwanti mengatakan bahwa PLN terus menyesuaikan strategi pengembangan sistem kelistrikan dengan arah kebijakan nasional menuju Net Zero Emission.

Menurutnya, keberhasilan transisi energi tidak dapat dilakukan oleh satu institusi semata, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan.

“PLN siap mendukung pengembangan energi terbarukan yang andal dan terintegrasi dengan kebutuhan pertumbuhan ekonomi daerah. Kami percaya sinergi yang dibangun hari ini akan menjadi fondasi penting menuju NTB yang lebih hijau dan berkelanjutan,” katanya.

Penguatan sektor energi hijau diyakini akan memberikan dampak berlapis bagi NTB, mulai dari peningkatan investasi, pengembangan industri ramah lingkungan, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui akses energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dengan langkah awal yang telah dibangun, NTB kini tengah mempersiapkan diri menjadi salah satu daerah pionir yang mampu menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan.