Kinerja Meningkat, Bank NTB Syariah Diapresiasi Pemegang Saham 

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah (jas hitam), dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2022 Bank NTB Syariah di Mataram

Mataram – Jajaran direksi, komisaris, dan pemegang saham melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTB Syariah Tahun Buku 2022, Rabu, 15 Maret 2023 di Hotel Lombok Raya. Dari RUPS ini, tergambar kinerja Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTB ini berjalan on the track. Capaian kinerja seluruh indikatornya diapresiasi.

Pemegang saham pengendali, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang menyampaikan langsung apresiasinya terhadap capaian-capaian yang sudah dikukuhkan Bank NTB Syariah pada tahun buku 2022, usai menghadiri RUPS. Ia mengatakan, berdasarkan laporan-laporan pembukuan bank. Menurutnya perkembangannya membanggakan.

“Seluruh laporan dan capaian-capaiannya bagus. Catatannya, Bank NTB Syariah disuruh bayar zakat lebih banyak. Dan melibatkan teman-teman Pemda supaya merata dan tepat sasaran zakatnya,” ujarnya. Hal senada juga dikemukakan pemegang saham lainnya, Bupati Bima, Indah Damayanti. Menurutnya, tidak menampilkan banyak yang meragukan kinerja Bank NTB Syariah setelah konversi dari konvensional ke syariah penuh tahun 2018 lalu.

“Banyak yang menganggap tidak mampu kalau sudah konversi. Tapi saya yang mengikuti terus prosesnya dari awal, walaupun banyak hambatan, saya melihat komunikasi dengan seluruh pemegang saham baik di tingkat provinsi dan kabupaten kota menunjukkan manajemen yang ada ini sangat mampu bekerja,” ungkapnya.

Hasil dividen tahun 2022 ini juga meningkat dari tahun sebelumnya. Demikian juga di beberapa item-item lainnya, penggunaan dana sosial semakin menyeluruh kepada aspek-aspek strategis masyarakat. Misalnya membantu rumah ibadah, kesehatan, penanganan bencana alam dan lainnya. Dan salah satu langkah maju Bank NTB Syariah adalah penyaluran zakat dilakukan bersama-sama.

“Ini adalah langkah maju yang mungkin tidak dilakukan oleh bank lain, dan manfaatnya bagi kita semua,” demikian Indah. Komisaris Independen Bank NTB Syariah, Hj. Selly Andayani juga turut menyampaikan apresiasi atas capaian Bank NTB Syariah. Menurutnya, pertumbuhan bank daerah ini cukup progresif dan masif.

“Bisa dilihat gedung-gedungnya sangat bersaing dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di seluruh kabupaten/kota,” demikian dikemukakan singkat. Ditambahkan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB, H. Wirajaya Kusuma. Ia juga menegaskan kinerja Bank NTB Syariah sangat bagus. Terbukti dari beberapa indikator. Misalnya laba, mengalami peningkatan luar biasa.

Dividen bank meningkat yang disetorkan ke Pemprov sebesar Rp58 miliar, naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp41 miliar. Tingkat kesehatan bank juga sangat bagus, kredit macet sebesar 1,08 persen dari total kredit. Begitu juga terhadap keuntungan e-channel meningkatnya luas biasa sampai 27 persen. Artinya pemanfaatan teknologi seperti mobile banking, ATM semakin mengalami peningkatan di masyarakat.

“Sehingga kami juga sangat mendorong KUB (kelompok usaha bank) dengan Bank Jatim secepatnya selesai, untuk memenuhi modal inti Rp3 triliun tahun 2024 sesuai ketentuan OJK nomor 12 tahun 2020,” jelas Wirajaya. “Kinerja Bank NTB Syariah ini sangat sehat. ibaratnya kalau olahragawan itu sangat berotot, berisi,” tambahnya.

Sejak konversi tahun 2018 lalu, Bank NTB Syariah mengalami pertumbuhan yang semakin positif. Kinerja setiap tahun semakin menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan. Bisa diukur dari beberapa indikator bank. Tahun 2022 lalu, Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTB ini sudah berhasil mengukuhkan laba sebesar Rp 181 miliar. Naik 30,76 persen dari laba tahun sebelumnya yang sebesar  138 miliar.

Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Raharjo didampingi jajaran direksi dan komisaris memaparkan, tahun 2018 saat konversi penuh dari konvensional ke syariah, nilai aset Bank NTB Syariah sebesar Rp7 triliun, naik menjadi Rp 8,6 triliun tahun 2018. Naik jadi Rp 10,4 triliun tahun 2020. Naik lagi menjadi Rp11,2 triliun tahun 2021 dan jadi Rp13 triliun lebih tahun 2022.

Dari sisi DPK (Dana Pihak Ketiga) berupa tabungan, deposito dan giro, pada tahun 2021 lalu sebesar Rp 8,1 triliun, naik menjadi Rp 9,7 triliun tahun 2022. Demikian juga dengan pembiayaan atau kredit yang dikucurkan terus mengalami kenaikan. tahun 2020 sebesar Rp 6,4 triliun, naik menjadi Rp 7,4 triliun tahun 2021 dan naik lagi menjadi Rp 8,7 triliun.

Lanjut Kukuh, kredit macet atau Non Performing Financing (NPF) dapat ditekan. Dari total kredit yang dikucurkan bank, kredit macetnya sangat tipis,1,05 persen. dari tahun sebelumnya sebesar 1,18 persen. Pertumbuhan positif bank ini, lanjut Kukuh, dipengaruhi oleh pengembangan jaringan dan layanan, serta penguatan kapasitas SDM Bank NTB Syariah.

Dari sisi layanan berbasis digital, saat ini jumlah mesin ATM bank sudah tersebar sebanyak 313 unit. Termasuk diantaranya adalah mesin ATM setor tunai. Sehingga semakin mudah dan dekat layanan mesin Bank NTB Syariah dengan masyarakat. Mobile banking pada tahun 2018 lalu hanya sebanyak 5.311 user, melonjak menjadi 60.996 user tahun 2022.

Demikian juga dengan SMS Banking yang belum dikerjakan tahun 2018 lalu, saat ini sudah mencapai 8.470 user. CMS corporate pada tahun 2018 lalu hanya 330 user, saat ini sudah menjadi 1.931 user. Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Lakupandai) pada tahun 2018 hanya 82 agen, sekarang sudah menjadi 1.918 agen. Pun dengan EDC android dari tahun 2018 hanya sebanyak 200 unit, kini sudah menjadi 525 unit.

Demikian juga dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) atau standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code, tahun 2018 belum dikembangkan, pada tahun 2022 ini sudah tersedia sebanyak 4.917 merchant. Revitalisasi produk dana bank juga diperbanyak. Dari produk Tambora menjadi Tambora Reguler, Tambora Rencana, Tambora Bisnis, Tambora Taharah, Tambora Junior, Tambora Purnabakti dan Tambora Prestige.

Pengembangan produk pembiayaan juga demikian, terus dikembangkan. Pilihan produk pembiayaan bagi masyarakat diantaranya, pembiayaan Sejahtera bagi ASN, Pembiayaan Multiguna, pembiayaan FLPP/rumah subsidi, pembiayaan multijasa, pembiayaan komersial untuk kontraktor, pembiayaan sindikasi pemerintah daerah, pembiayaan tunas untuk UMKM, pembiayaan sejahtera.

Untuk pembiayaan adaptif, dikembangkan skema khusus covid-19, skema umum, skema khusus Mawar Emas, skema khusus mikro. IT juga direvitalisasi dengan surrounding untuk mempercepat proses operasional bank, otomatisasi bisnis proses bidang pelaporan, dokumen manajemen sistem, implementasi smartax di seluruh Pemda. Dan amanah e-POS untuk mendukung pelaku UMKM.

Switching sistem sudah dikembangkan CMS corporate untuk mendukung transfer online, retribusi parkir berbasis QRIS, pajak dan retribusi berbasis virtual account, CMS Kasda untuk transaksi pembayaran SP2D. Pembayaran PBB selain di e-channel bank sudah terintegrasi dengan fintech seperti gopay, channel (indomaret), ecommerce (tokopedia).

Revitalisasi jaringan kantor juga sudah dilakukan besar-besaran. Saat ini sudah tersebar sebanyak 31 kantor cabang dan kantor cabang pembantu. Mobile kas keliling sebanyak 5 unit. Dan mobil tangki air sebanyak 6 unit untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup