Bukan Sekadar Bantuan, Budidaya Ayam Petelur di Lendang Nangka Utara Didorong Jadi Mesin Ekonomi Keluarga

Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com
Kolaborasi OJK, Bank NTB Syariah dan pemerintah bersama masyarakat memperkuat ekonomi desa. (Dok. Bank NTB Syariah)

LOMBOK TIMUR – Ketahanan ekonomi keluarga di pedesaan tidak selalu harus dibangun melalui usaha berskala besar. Dari aktivitas sederhana yang dikelola secara konsisten, sumber pendapatan baru justru dapat tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Semangat itulah yang coba dibangun melalui Program Desa Berdaya di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

Sebanyak 20 masyarakat setempat mendapatkan bantuan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui budidaya ayam petelur dari Bank NTB Syariah. Program tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Desa Berdaya Provinsi NTB yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi NTB.

Budidaya ayam petelur menjadi pilihan karena memiliki dua dimensi sekaligus. Di satu sisi, kegiatan tersebut dapat mendukung ketersediaan pangan melalui produksi telur. Di sisi lain, hasil produksi dapat menjadi sumber pendapatan yang menopang kebutuhan keluarga.

Dengan demikian, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menciptakan penerima bantuan, tetapi membangun masyarakat agar memiliki aktivitas ekonomi yang produktif.

Konsep pemberdayaan seperti ini menjadi penting di tengah upaya memperluas inklusi keuangan hingga tingkat desa. Akses terhadap layanan keuangan perlu berjalan beriringan dengan penguatan kemampuan masyarakat dalam mengelola kegiatan ekonomi.

Bank NTB Syariah melihat usaha mikro dan peternakan rakyat sebagai sektor yang mempunyai potensi untuk terus dikembangkan apabila mendapat dukungan yang tepat.

Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, mengatakan keterlibatan Bank NTB Syariah dalam Program Desa Berdaya merupakan bentuk komitmen untuk memberikan dampak sosial-ekonomi yang positif dan berkelanjutan.

“Bank NTB Syariah berkomitmen penuh untuk senantiasa hadir dan berkontribusi nyata dalam memperkuat perekonomian daerah, khususnya melalui keterlibatan aktif pada Program Desa Berdaya bersama OJK dan Pemprov NTB,” ujar Adhi.

Menurutnya, bantuan budidaya ayam petelur kepada 20 penerima manfaat diharapkan menjadi modal awal bagi masyarakat untuk membangun usaha mandiri.

“Ini diharapkan menjadi stimulus ekonomi produktif yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat, membuka lapangan usaha mandiri, serta mewujudkan kemandirian ekonomi desa berbasis prinsip syariah,” katanya.

Program tersebut mendapat perhatian dari berbagai unsur pemerintah dan pemangku kepentingan. Dalam kegiatan penyaluran bantuan hadir jajaran Pemerintah Provinsi NTB dan Pemkab Lombok Timur yang diwakili Sekretaris Daerah, pimpinan OJK Pusat dan Provinsi NTB, kepala dinas terkait, serta sejumlah mitra lembaga keuangan lokal dan internasional.

Di antaranya Astra Financial, PT SMF, WWB dan ILO. Pemerintah Desa Lendang Nangka Utara dan masyarakat juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Keterlibatan banyak pihak memperlihatkan bahwa pemberdayaan ekonomi desa merupakan agenda yang membutuhkan sinergi lintas sektor.

Bagi masyarakat penerima manfaat, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar mendapatkan bantuan, melainkan bagaimana mengubah fasilitas tersebut menjadi usaha yang benar-benar menghasilkan.

Pengelolaan kandang, pemeliharaan ayam, ketersediaan pakan, kesehatan ternak hingga pemasaran telur menjadi bagian penting yang menentukan keberlanjutan usaha.

Di titik inilah konsep pemberdayaan memiliki makna yang lebih luas. Bantuan yang diberikan harus mampu membuka jalan bagi masyarakat untuk menciptakan pendapatan secara mandiri dan berkesinambungan.

Adhi menambahkan bahwa sektor peternakan rakyat memiliki potensi besar apabila dikelola secara terstruktur dan berkelanjutan.

Melalui bantuan sarana budidaya ayam petelur tersebut, para penerima manfaat diharapkan dapat mengoptimalkan usaha sehingga hasilnya bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi baru di lingkungan desa.

Ketika produksi berkembang, kebutuhan terhadap pakan, jasa pemeliharaan, transportasi hingga pemasaran ikut bergerak. Dari sinilah efek berantai ekonomi dapat muncul.

Karena itu, Program Desa Berdaya di Lendang Nangka Utara diharapkan menjadi lebih dari sekadar kegiatan seremonial penyerahan bantuan. Program tersebut diarahkan sebagai proses membangun kemandirian ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di tingkat lokal.

Bagi Bank NTB Syariah, pendekatan tersebut sejalan dengan peran bank syariah yang tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Ke depan, Bank NTB Syariah akan terus memperluas program pemberdayaan dan pendampingan keuangan inklusif di berbagai wilayah NTB.

Harapannya, semakin banyak masyarakat desa yang memiliki akses terhadap kesempatan ekonomi, semakin kuat pula fondasi perekonomian daerah.

Dari Desa Lendang Nangka Utara, budidaya ayam petelur diharapkan menjadi awal dari tumbuhnya usaha-usaha produktif baru. Sebuah ikhtiar sederhana yang jika dikelola dengan baik dapat memberi dampak besar bagi ekonomi keluarga dan masyarakat desa.

Tutup