Bank NTB Syariah Perkuat Peran sebagai Bank Pembangunan Daerah, Siapkan Skema Pembiayaan Khusus untuk PMI NTB di Malaysia
MATARAM – Peran Bank NTB Syariah sebagai bank pembangunan daerah terus diperkuat. Tidak hanya melayani masyarakat di dalam negeri, kini bank kebanggaan masyarakat NTB tersebut mulai memperluas jangkauan pelayanan hingga menyentuh ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang bekerja di Malaysia.
Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan strategis antara Pemerintah Provinsi NTB, Bank NTB Syariah, BP3MI, APJATI, KBRI Kuala Lumpur serta sejumlah perusahaan perkebunan terbesar di Malaysia, Jumat (24/7/2026).
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur NTB agar pemerintah daerah menghadirkan sistem perlindungan ekonomi yang mampu mengubah penghasilan PMI menjadi investasi jangka panjang bagi keluarganya.
Direktur Utama Bank NTB Syariah H. Nazaruddin hadir langsung dalam forum tersebut sebagai representasi keseriusan bank daerah dalam mengambil peran strategis mendukung kesejahteraan para pekerja migran.
Selama ini, akses terhadap layanan keuangan formal masih menjadi tantangan bagi sebagian PMI. Banyak di antaranya akhirnya memilih meminjam kepada pihak informal dengan bunga tinggi sehingga pendapatan yang diperoleh selama bekerja justru habis untuk membayar utang.
Bank NTB Syariah menawarkan pendekatan berbeda melalui pembiayaan berbasis prinsip syariah yang lebih sehat, transparan dan berorientasi pada pembangunan aset produktif.
Skema yang sedang dimatangkan memungkinkan PMI memperoleh pembiayaan untuk membeli rumah, tanah maupun membangun usaha ketika masih bekerja di luar negeri.
Pemerintah Provinsi NTB juga tengah menyiapkan dukungan berupa subsidi margin sehingga beban pembiayaan menjadi lebih ringan bagi para pekerja migran.
Kepala Disnakertrans NTB Aidy Furqan mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan.
Menurutnya, keluarga PMI masih menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap kemiskinan meski anggota keluarganya bekerja di luar negeri. Persoalan tersebut terjadi karena lemahnya tata kelola keuangan dan minimnya investasi produktif.
Karena itu, sinergi antara Bank NTB Syariah, BP3MI, KBRI Kuala Lumpur, APJATI serta perusahaan pengguna tenaga kerja di Malaysia diharapkan mampu menghadirkan ekosistem baru yang lebih berpihak kepada pekerja migran.
Dalam pembahasan teknis, perusahaan SD Guthrie dan FELDA Plantation menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Provinsi NTB dan Bank NTB Syariah.
Kedua perusahaan juga membuka ruang koordinasi lebih lanjut terkait aspek kepatuhan, perlindungan data pekerja serta mekanisme implementasi program agar seluruh proses berjalan sesuai regulasi.
Kolaborasi ini diyakini akan menjadi model perlindungan PMI yang tidak hanya berorientasi pada penempatan tenaga kerja, tetapi juga membangun masa depan ekonomi keluarga pekerja migran secara berkelanjutan.