Jumat, 16 Januari 2026 | 00.31 WITA

DPRD Lotim Soroti Kualitas SDM RSUD Dr. R Sudjono Selong

L Hasan Rahman, Ketua Komisi III, DPRD Kabupaten Lombok Timur (Foto : Istimewa)

Lombok Timur– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Soroti kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Dr. R Sudjono Selong semakin hari semakin bertambah.

Penambahan SDM diduga dilakukan untuk memenuhi pelayanan terhadap pasien Covid-19, tanpa memperhitungkan kualitasnya. Hal itu dikatakan L. Hasan Rahman, Ketua Komisi Tiga, DPRD Lotim, di kantor DPRD Senin(14/3/22).

Selanjutnya, ia mengungkap, di musim wabah Covid-19, keuntungan yang didapat RSUD Dr. R Sudjono meningkat signifikan. Masa covid-19 sudah tidak ada lagi saat ini, otomatis tarif yang dinaikkan. Ujung-ujungnya akan dibebankan kepada biaya berobat masyarakat untuk menutupi gaji karyawannya, tanpa meningkatkan pelayanan. 

Salah satu contoh sebut, L Hasan, orang tua salah satu dewan di Lotim, dirawat di RSUD Dr. R Sudjono Selong dengan kelas pelayanan VIP. Sehari menginap tanpa diberikan pelayanan medis, membayar sebanyak Rp. 2.850.000.

“Kan tidak masuk akal, bagaimana kalau terjadi kepada masyarakat biasa, “ucapnya.

Jumat, 16 Januari 2026 | 00.31 WITA

DPRD Lotim Soroti Kualitas SDM RSUD Dr. R Sudjono Selong

L Hasan Rahman, Ketua Komisi III, DPRD Kabupaten Lombok Timur (Foto : Istimewa)

Lombok Timur– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Soroti kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Dr. R Sudjono Selong semakin hari semakin bertambah.

Penambahan SDM diduga dilakukan untuk memenuhi pelayanan terhadap pasien Covid-19, tanpa memperhitungkan kualitasnya. Hal itu dikatakan L. Hasan Rahman, Ketua Komisi Tiga, DPRD Lotim, di kantor DPRD Senin(14/3/22).

Selanjutnya, ia mengungkap, di musim wabah Covid-19, keuntungan yang didapat RSUD Dr. R Sudjono meningkat signifikan. Masa covid-19 sudah tidak ada lagi saat ini, otomatis tarif yang dinaikkan. Ujung-ujungnya akan dibebankan kepada biaya berobat masyarakat untuk menutupi gaji karyawannya, tanpa meningkatkan pelayanan. 

Salah satu contoh sebut, L Hasan, orang tua salah satu dewan di Lotim, dirawat di RSUD Dr. R Sudjono Selong dengan kelas pelayanan VIP. Sehari menginap tanpa diberikan pelayanan medis, membayar sebanyak Rp. 2.850.000.

“Kan tidak masuk akal, bagaimana kalau terjadi kepada masyarakat biasa, “ucapnya.