Race Control hingga Medical Center, PLN Pastikan Kelistrikan MotoGP Mandalika Siap

Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com
Petugas PLN memeriksa dan memastikan kesiapan peralatan Unit Gardu Bergerak (UGB) sebagai bagian dari pengamanan pasokan listrik selama gelaran MotoGP. (Dok. PLN)

LOMBOK TENGAH – Ketika jutaan pasang mata nantinya tertuju ke lintasan Pertamina Mandalika International Circuit, perhatian publik akan terkonsentrasi pada satu hal: pertarungan para pembalap MotoGP menaklukkan sirkuit.

Namun, ada pekerjaan lain yang berlangsung jauh dari sorotan kamera.

Di balik suara mesin, sorak penonton dan hiruk-pikuk paddock, sistem kelistrikan harus bekerja tanpa jeda. Tidak boleh ada ruang bagi gangguan yang dapat menghambat jalannya agenda internasional tersebut.

Karena itu, sehari sebelum Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 digelar, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) memasuki fase pengamanan akhir.

Lebih dari 500 personel dikerahkan untuk memastikan dukungan kelistrikan di kawasan sirkuit dan sejumlah titik pendukung berada dalam kondisi siap operasi.

PLN tidak hanya menyiapkan personel. Sejumlah perangkat dengan fungsi vital juga telah diperiksa dan diuji, antara lain Uninterruptible Power Supply (UPS), Unit Gardu Bergerak (UGB), panel kontrol, gardu hubung dan peralatan cadangan.

Tiga titik inlet UGB bahkan telah dipasang di kawasan sirkuit sebagai bagian dari infrastruktur pendukung sistem kelistrikan.

Seluruh perangkat tersebut memiliki peran dalam menjaga kontinuitas pasokan. Sebab, dalam sebuah event olahraga berkelas dunia, kebutuhan listrik tidak berhenti pada penerangan.

Ada sistem komunikasi, pusat kendali balapan, fasilitas medis, kebutuhan operasional paddock, fasilitas VIP hingga produksi siaran televisi yang harus terus bekerja.

Karena itu, PLN melakukan pemantauan secara berlapis.

Parameter kelistrikan diperiksa secara berkala untuk memastikan kondisi aktual sistem tetap sesuai dengan skema operasi yang telah ditetapkan. Ketika terdapat perubahan kebutuhan beban, informasi tersebut menjadi bahan bagi petugas untuk mengambil langkah operasional sesuai prosedur.

Enam lokasi menjadi titik perhatian khusus, yakni Race Control, Main Pit Building, Medical Center, Paddock Area, VIP Deluxe dan TV Compound.

Keenam titik tersebut memiliki karakteristik kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pemantauan tidak dilakukan secara seragam, tetapi disesuaikan dengan fungsi masing-masing fasilitas.

PLN juga berkoordinasi dengan tim engineer MotoGP untuk mengetahui perkembangan kebutuhan beban di lapangan.

Koordinasi tersebut menjadi penting karena aktivitas di sirkuit terus berubah mengikuti tahapan penyelenggaraan. Ketika intensitas kegiatan meningkat, kebutuhan listrik juga harus dapat diantisipasi.

General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli mengatakan seluruh unsur pendukung kini berada pada tahap akhir kesiapan.

“Satu hari menjelang pelaksanaan, kami memastikan seluruh personel, peralatan, posko, dan sistem operasi berada dalam kondisi siap,” ujarnya.

Menurut Yondri, pengawasan tidak hanya dilakukan di satu lokasi. Sistem dipantau secara berkelanjutan, sementara personel menjaga komunikasi dan koordinasi agar setiap perubahan kondisi dapat segera ditindaklanjuti.

Persiapan itu merupakan kelanjutan dari proses yang telah dilakukan PLN sejak beberapa bulan sebelumnya.

Pengujian peralatan dilakukan secara langsung untuk memastikan UPS, UGB, panel kontrol hingga gardu hubung dapat berfungsi sesuai kebutuhan dan terintegrasi dengan sistem kelistrikan.

Pada saat yang sama, PLN memperkuat koordinasi bersama PLN Unit Induk Kelistrikan Dwipantara, ITDC dan pihak penyelenggara MotoGP.

Semua itu bermuara pada satu tujuan: memastikan energi listrik tidak menjadi persoalan ketika perhatian dunia tertuju ke Mandalika.

MotoGP memang berlangsung di atas lintasan. Tetapi keberhasilan sebuah event sebesar itu juga ditentukan oleh banyak pekerjaan yang tidak selalu terlihat.

Salah satunya adalah bagaimana listrik tetap tersedia ketika lampu menyala, ruang kendali bekerja, fasilitas medis siaga, kru bergerak, kamera menyorot dan seluruh aktivitas di kawasan sirkuit berlangsung bersamaan.

Di titik itulah PLN menempatkan dirinya.

Bukan di podium. Bukan di lintasan. Tetapi di balik layar, menjaga agar seluruh sistem tetap bernapas.

Tutup