Bukan Sekadar Mode, Erina Galery Bawa Identitas NTB Mendunia: Dari Wastra Lombok Menuju Kebangkitan Ekonomi Sade

Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com
Erina Galeri bersama para model menampilkan koleksi wastra Lombok salam ajang IN2MOTIONFEST x JMFW 2026. Perpaduan tradisi dan desain modern menjadi salah satu upaya memperkenalkan budaya NTB sekaligus mengembangkan potensi ekonomi kreatif daerah. (Foto: istimewa)

JAKARTA – Sebuah karya fesyen bisa menjadi lebih dari sekadar busana. Ia dapat membawa sejarah, memperkenalkan identitas suatu daerah, sekaligus menyampaikan pesan tentang ketangguhan masyarakat yang berjuang bangkit dari keterpurukan.

Pesan itulah yang dibawa Erina Galery ketika mewakili Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam panggung Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC), Senayan, Jakarta.

Melalui koleksi Lombok Golden Heritage, Erina Galery mempertemukan kekayaan wastra Lombok dengan desain modest fashion modern. Namun, di balik perpaduan warna, tekstur, dan siluet busana yang ditampilkan, tersimpan pesan yang jauh lebih besar: semangat kebangkitan masyarakat Desa Adat Sade, Lombok Tengah, setelah dilanda kebakaran.

Bagi Erina Galery, panggung fesyen bukan semata ruang untuk menunjukkan kreativitas desainer. Panggung tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi NTB, mengangkat kembali perhatian terhadap warisan budaya Sasak, dan menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang untuk berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang kompetitif.

Di tengah persaingan industri fesyen yang semakin terbuka, langkah tersebut memperlihatkan bagaimana identitas lokal dapat menjadi modal penting bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar.

Ketika Wastra Menjadi Cerita tentang Ketangguhan

Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade pada 22 Agustus 2026 menjadi ujian berat bagi masyarakat setempat. Peristiwa itu berdampak pada rumah adat, fasilitas umum, dan ruang ekonomi warga yang selama ini bertumpu pada kehidupan budaya serta kunjungan wisatawan.

Menurut laporan ANTARA pada 12 Oktober 2026, sebanyak 40 dari total 75 rumah adat yang terdampak telah dibangun kembali dan terpasang atap. Pemerintah juga terus mengupayakan pemulihan kawasan dengan memperhatikan keaslian budaya dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Sade bukan sekadar destinasi wisata. Kawasan ini merupakan ruang hidup masyarakat Sasak yang mempertahankan tradisi, arsitektur rumah adat, serta keterampilan yang diwariskan lintas generasi.

Karena itu, pemulihan Sade tidak cukup hanya dengan membangun kembali bangunan yang rusak. Keberlangsungan tradisi dan kegiatan ekonomi masyarakat juga menjadi bagian penting dari proses kebangkitan.

Di tengah upaya tersebut, Erina Galery membawa cerita Sade melalui medium yang berbeda: fesyen.

Koleksi Lombok Golden Heritage menghadirkan semangat bahwa warisan budaya tidak boleh berhenti sebagai kenangan masa lalu. Tradisi harus tetap hidup, dikembangkan, dan diberi ruang untuk tumbuh agar mampu memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

Inilah yang membuat koleksi tersebut memiliki dimensi lebih luas daripada sekadar penampilan di atas catwalk. Ada pesan tentang masyarakat yang berusaha bangkit, kebudayaan yang perlu dijaga, serta kreativitas yang dapat menjadi jalan untuk membuka peluang baru.

Delapan Tampilan, Satu Pesan tentang Masa Depan Lombok

Dalam Fashion Parade 6 IN2MOTIONFEST x JMFW 2026, Erina Galery menghadirkan delapan tampilan busana yang mengolah unsur tradisional NTB dalam pendekatan desain kontemporer.

Koleksi tersebut memadukan tenun ikat Sade, songket Sukarara, dan tekstil dengan pewarna alam NTB. Perpaduan unsur tersebut diterjemahkan ke dalam rancangan modest fashion yang menghadirkan karakter elegan sekaligus mempertahankan identitas budaya daerah.

Nuansa marun dan emas, permainan tekstur, detail dekoratif, serta pengolahan material tradisional menjadi bagian dari bahasa visual koleksi.

Di tangan pelaku industri kreatif, wastra tidak hanya diposisikan sebagai kain tradisional. Ia menjadi sumber inspirasi yang dapat diolah menjadi produk dengan nilai estetika, karakter, dan daya tarik pasar.

Namun, kekuatan sesungguhnya terletak pada cerita yang menyertainya.

Tenun Sade merepresentasikan keterampilan masyarakat yang terus diwariskan. Songket Sukarara memperlihatkan kekayaan tradisi tekstil Lombok. Sementara itu, desain modern menunjukkan bagaimana unsur budaya dapat dikembangkan agar relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini.

Ketika semua unsur tersebut dipertemukan, lahirlah produk yang membawa identitas daerah tanpa harus kehilangan peluang untuk diterima oleh pasar yang lebih luas.

Pendekatan inilah yang penting bagi UMKM berbasis budaya. Keunikan produk dapat menjadi pembeda di tengah persaingan, tetapi keunikan tersebut harus diterjemahkan ke dalam kualitas, inovasi, dan identitas merek yang kuat.

Erina Galery memperlihatkan salah satu jalan yang dapat ditempuh: menjadikan kekayaan budaya sebagai fondasi kreativitas sekaligus sebagai nilai tambah bagi produk.

Dari Produk Lokal Menuju Pasar Global

Industri modest fashion menawarkan ruang bagi Indonesia untuk memperkenalkan kreativitas, identitas budaya, dan kemampuan pelaku usaha nasional kepada pasar internasional.

IN2MOTIONFEST menjadi salah satu platform yang mempertemukan pelaku industri, desainer, jenama, dan UMKM dalam ekosistem pengembangan modest fashion. Melalui peragaan busana, pameran, serta kegiatan bisnis, ajang tersebut membuka ruang bagi produk lokal untuk memperoleh perhatian lebih luas.

Bagi UMKM NTB, keikutsertaan dalam ajang seperti ini memiliki arti strategis.

Selama ini, banyak produk daerah dikenal karena keunikan bahan, motif, atau keterampilan pembuatannya. Namun, untuk menembus pasar yang lebih luas, pelaku usaha perlu melangkah lebih jauh dengan memperkuat kualitas produk, konsistensi produksi, strategi pemasaran, dan profesionalisme bisnis.

Produk yang menarik di panggung peragaan perlu didukung kesiapan usaha ketika berhadapan dengan permintaan pasar yang sesungguhnya.

Kapasitas produksi, standar kualitas, ketepatan waktu, pengelolaan biaya, serta kemampuan membangun hubungan dengan mitra bisnis merupakan bagian dari perjalanan menuju pasar global.

Dengan demikian, tampil dalam festival berskala internasional bukan berarti otomatis menembus pasar ekspor. Sebaliknya, kesempatan tersebut merupakan pintu masuk untuk memperkenalkan produk, memperluas jejaring, dan membangun peluang usaha yang perlu ditindaklanjuti secara berkelanjutan.

Bagi Erina Galery, membawa wastra Lombok ke panggung IN2MOTIONFEST merupakan bagian dari perjalanan memperkenalkan produk daerah kepada audiens yang lebih luas.

Bagi NTB, langkah tersebut menjadi gambaran bagaimana potensi budaya dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai tambah dan peluang bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Peran Bank Indonesia NTB dalam Perjalanan UMKM Naik Kelas

Perjalanan UMKM dari tingkat lokal menuju panggung nasional tidak berlangsung dalam ruang hampa. Selain kreativitas dan kerja keras pelaku usaha, dukungan ekosistem menjadi faktor penting dalam membuka kesempatan pengembangan bisnis.

Dalam perjalanan Erina Galery, dukungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB menjadi bagian penting dari upaya memperluas kesempatan tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, bersama Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Andhi Wahyu Riyadno, hadir langsung memberikan dukungan kepada Erina Galery. Keduanya didampingi tiga staf dari bidang UMKM Bank Indonesia NTB.

Kehadiran jajaran BI NTB menunjukkan perhatian terhadap pengembangan UMKM daerah dan pentingnya memberikan ruang bagi produk lokal untuk memperkenalkan potensi terbaiknya.

Bagi pelaku usaha, dukungan semacam ini bukan hanya tentang kesempatan tampil. Lebih jauh, kesempatan tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kepercayaan diri, memperkuat identitas merek, membangun jejaring, dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang lebih luas.

Erina Galery menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia NTB atas dukungan yang diberikan dalam perjalanan pengembangan usahanya.

“Atas nama Erina Galery dan sebagai bagian dari UMKM NTB, saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bank Indonesia, khususnya Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, atas dukungan yang telah diberikan. Kesempatan untuk membawa karya berbasis wastra Lombok ke panggung nasional menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas dan memperluas jangkauan pasar,” ujar Erina Ichwan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Hario K. Pamungkas, Andhi Wahyu Riyadno, dan jajaran staf bidang UMKM BI NTB yang memberikan dukungan secara langsung.

Menurutnya, perhatian terhadap UMKM daerah memberikan dorongan agar pelaku usaha terus berinovasi, mengembangkan produk, dan berani mengambil peluang yang lebih besar.

Erina berharap sinergi tersebut dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak UMKM NTB yang memiliki kesempatan mengembangkan usaha dan memperkenalkan produk unggulannya ke tingkat nasional hingga internasional.

Dukungan kelembagaan, pada akhirnya, perlu berjalan beriringan dengan kesiapan pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas bisnis. Keduanya menjadi fondasi penting agar kesempatan promosi dapat berkembang menjadi hasil usaha yang berkelanjutan.

NTB Makmur Mendunia Dimulai dari Kekuatan Daerah

Visi NTB Makmur Mendunia yang diusung Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, memberikan arah penting bagi pengembangan potensi ekonomi daerah.

Semangat tersebut tidak hanya berkaitan dengan memperkenalkan nama NTB ke luar daerah, tetapi juga dengan memastikan bahwa potensi lokal memiliki kesempatan untuk tumbuh, menghasilkan nilai tambah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

UMKM berbasis budaya memiliki posisi strategis dalam perjalanan itu.

Kekayaan wastra, kerajinan, kuliner, dan produk kreatif lainnya merupakan bagian dari identitas daerah yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi. Namun, potensi tersebut membutuhkan pengelolaan yang serius agar tidak berhenti pada kebanggaan budaya semata.

Produk lokal perlu didukung inovasi, penguatan merek, peningkatan kualitas, pemasaran yang tepat, dan perluasan jaringan bisnis.

Pada saat yang sama, pengembangan ekonomi kreatif harus tetap memperhatikan keberlanjutan budaya dan kesejahteraan masyarakat yang menjadi pemilik pengetahuan tradisional tersebut.

Dalam konteks Sade, pelestarian budaya dan pemulihan ekonomi tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri. Keterampilan menenun, tradisi masyarakat, serta aktivitas ekonomi berbasis budaya merupakan bagian dari kehidupan yang perlu terus dijaga.

Ketika warisan budaya mendapatkan ruang untuk berkembang dalam industri kreatif, terbuka peluang agar nilai ekonomi yang dihasilkan ikut mendukung keberlanjutan tradisi dan kehidupan masyarakat.

Kisah Erina Galery menjadi salah satu contoh bagaimana hubungan tersebut dapat diperkenalkan kepada publik melalui sebuah karya fesyen.

Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa perhatian yang muncul dari panggung nasional dapat ditindaklanjuti melalui pengembangan usaha, perluasan pasar, dan kolaborasi yang berkelanjutan.

Lebih dari Sekadar Catwalk, Sebuah Pesan untuk UMKM NTB

Kisah Erina Galery membawa satu pelajaran penting bagi pelaku UMKM: produk lokal memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh ketika keunikan budaya dipadukan dengan inovasi dan kesiapan bisnis.

Sade memberikan akar identitas. Wastra Lombok menjadi sumber kreativitas. Panggung IN2MOTIONFEST menyediakan ruang promosi. Sementara dukungan ekosistem, termasuk dari Bank Indonesia NTB, menjadi bagian dari perjalanan untuk membuka kesempatan pengembangan usaha.

Tidak semua produk lokal harus menjadi produk massal untuk dapat bersaing. Keunikan, cerita, kualitas, dan identitas yang kuat justru dapat menjadi pembeda di tengah pasar yang semakin kompetitif.

Namun, kekuatan cerita harus dibarengi kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen. Di situlah kreativitas perlu bertemu dengan profesionalisme.

Bagi Erina Galery, Lombok Golden Heritage bukan hanya tentang busana yang diperagakan di atas catwalk. Koleksi itu membawa pesan bahwa tradisi dapat terus hidup melalui inovasi, bahwa musibah bukan akhir dari perjalanan, dan bahwa karya dari daerah memiliki kesempatan untuk dikenal lebih luas.

Bagi UMKM NTB, langkah tersebut menjadi pengingat bahwa jalan menuju pasar nasional dan global dapat dimulai dari kekuatan yang dimiliki sendiri: budaya, kreativitas, dan keberanian untuk terus berkembang.

Dari wastra Lombok, Erina Galery membawa identitas NTB ke panggung yang lebih luas. Dari semangat kebangkitan Sade, lahir pesan bahwa budaya bukan hanya warisan yang dijaga, melainkan juga potensi yang dapat menggerakkan ekonomi dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih sejahtera.

Laporan dari Jakarta. (Red)

Tutup