Lewat “Ruang Cerita Ibu”, Srikandi PLN UIW NTB Perkuat Engagement dengan Masyarakat
MATARAM – Hubungan perusahaan dengan masyarakat tidak dibangun hanya melalui aktivitas bisnis. Di balik keberlangsungan operasional sebuah perusahaan, terdapat hubungan sosial yang perlu dirawat melalui komunikasi, kepedulian, kolaborasi dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.
Perspektif itulah yang tercermin dalam kegiatan “Ruang Cerita Ibu” yang digagas Srikandi PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) di Kantor PLN UIW NTB, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara PLN membangun engagement dengan masyarakat melalui pendekatan yang lebih personal. Perempuan dan pengalaman hidup mereka ditempatkan sebagai bagian penting dalam proses berbagi pengetahuan dan membangun jejaring.
Sebanyak 32 penerima manfaat hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka didampingi oleh 16 pendamping yang terdiri dari entrepreneur dan Srikandi PLN.
Komposisi tersebut menciptakan ruang interaksi yang tidak berhenti pada penyampaian materi satu arah. Para peserta dapat berkomunikasi secara langsung dengan pendamping, bertukar pengalaman, serta memperoleh gambaran praktis dari orang-orang yang memiliki pengalaman berbeda.
Pendekatan ini menjadi penting karena kebutuhan masyarakat tidak selalu dapat dijawab dengan pendekatan yang seragam. Setiap keluarga memiliki tantangan dan potensi yang berbeda. Karena itu, ruang dialog menjadi salah satu instrumen untuk menemukan kebutuhan sekaligus membuka perspektif baru.
Srikandi PLN UIW NTB berupaya mengambil peran dalam proses tersebut.
Melalui “Ruang Cerita Ibu”, PLN ingin memperlihatkan bahwa keberadaan perusahaan di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan kelistrikan, tetapi juga melalui upaya membangun hubungan sosial yang memberikan nilai tambah.
Kegiatan itu semakin kuat dengan hadirnya General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., M.IP. bersama Asisten III, serta RAy. Febri H. Dipokusumo sebagai narasumber sekaligus motivator.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi simbol penting bahwa pemberdayaan tidak dapat dilakukan sendirian.
PLN membutuhkan dukungan dan sinergi pemerintah. Pemerintah membutuhkan partisipasi dunia usaha. Sementara masyarakat membutuhkan akses terhadap pengetahuan, jejaring dan kesempatan untuk berkembang.
Pertemuan dalam “Ruang Cerita Ibu” menjadi titik temu dari berbagai kepentingan tersebut.
Bagi PLN UIW NTB, engagement dengan stakeholder juga merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan yang sehat dan konstruktif dengan lingkungan sekitar wilayah operasional perusahaan.
Hubungan tersebut bukan sekadar dibangun ketika perusahaan membutuhkan dukungan. Sebaliknya, hubungan perlu dirawat melalui komunikasi yang konsisten dan program yang menghadirkan manfaat.
Karena itu, kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat memiliki arti penting.
Para penerima manfaat tidak hanya diajak mendengar cerita, tetapi juga memperoleh motivasi dan wawasan yang diharapkan dapat digunakan untuk mengembangkan potensi diri maupun keluarga.
Dari sisi Srikandi PLN, kegiatan ini juga menunjukkan semakin luasnya kontribusi perempuan di lingkungan perusahaan. Peran mereka tidak hanya berada dalam ruang kerja internal, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan kolaborasi sosial.
General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli menegaskan pentingnya peran tersebut.
“Kami melihat Srikandi PLN memiliki peran strategis dalam membangun engagement dengan masyarakat dan stakeholder,” kata Yondri.
Menurut dia, kegiatan semacam ini harus memberikan manfaat yang lebih dari sekadar seremoni.
“Melalui ruang seperti ini, kami ingin menghadirkan manfaat yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan tambahan ilmu, motivasi, dan pengalaman yang dapat dirasakan langsung oleh penerima manfaat,” ujarnya.
Yondri berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperluas sehingga keberadaan PLN semakin dekat dengan masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi ini terus berkembang sehingga PLN dapat semakin dekat dengan masyarakat dan menghadirkan kebermanfaatan yang berkelanjutan,” katanya.
Apa yang dibangun melalui “Ruang Cerita Ibu” pada akhirnya adalah sebuah hubungan.
Hubungan antara perusahaan dan masyarakat. Hubungan antara pengalaman dan pengetahuan. Serta hubungan antara berbagai pihak yang memiliki kepentingan yang sama: menciptakan masyarakat yang lebih berdaya.
Bagi PLN UIW NTB, kedekatan dengan masyarakat bukan sekadar angka dalam laporan kegiatan. Ia harus terasa dalam interaksi dan manfaat yang ditinggalkan.
Dan dari sebuah ruang kecil bernama “Ruang Cerita Ibu”, PLN mencoba memperkuat pesan tersebut: bahwa energi untuk membangun daerah bukan hanya berasal dari listrik, tetapi juga dari manusia yang saling menguatkan.