Kamis, 15 Januari 2026 | 19.31 WITA

Dari Banjarbaru, Presiden Tegaskan Kepercayaan Negara kepada NTB-NTT

Suasana pengamanan dan penyambutan Gubernur NTB dan Gubernur NTT di sela kegiatan nasional di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026), menjelang pertemuan dengan Presiden RI terkait dukungan PON XXII 2028. (Foto: Istimewa)

Banjarbaru – Kepercayaan negara terhadap kemampuan daerah kembali ditegaskan Presiden Republik Indonesia. Kali ini, dukungan penuh diberikan kepada NTB dan NTT untuk menjadi tuan rumah bersama PON XXII 2028, sebuah ajang olahraga nasional yang selama ini identik dengan kebutuhan anggaran besar dan pembangunan masif.

Dalam pertemuan terbatas bersama dua gubernur di Banjarbaru, Presiden menilai konsep yang diajukan NTB-NTT sebagai terobosan penting. Penyelenggaraan PON tidak lagi bertumpu pada pembangunan infrastruktur baru, melainkan optimalisasi fasilitas yang telah ada serta pengelolaan anggaran yang lebih bijak.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan bahwa kesiapan kedua provinsi bukan sekadar wacana, melainkan telah melalui perhitungan matang.

“PON 2028 kami desain sebagai ajang olahraga nasional yang efisien, tanpa mengurangi kualitas dan prestise. Fasilitas yang ada kami maksimalkan, dan cabang olahraga dipilih secara selektif,” ujarnya.

Gubernur NTT menambahkan, sinyal positif dari Presiden menjadi modal politik dan administratif yang sangat penting. Dalam waktu dekat, NTB dan NTT akan mengajukan surat bersama sebagai bentuk penegasan komitmen serta kesiapan daerah.

Dukungan ini tidak hanya bermakna bagi penyelenggaraan PON semata, tetapi juga menjadi simbol kepercayaan pemerintah pusat terhadap kapasitas daerah di kawasan timur Indonesia dalam mengelola event nasional berskala besar.