Kamis, 15 Januari 2026 | 21.11 WITA

Unik! KONI Lombok Barat Launching Pelatda di Tengah Laut, Simbol Kebangkitan Atlet Daerah

Ketua KONI Lombok Barat, Abubakar Abdullah menjelaskan konsep launching Pelatda di tengah laut sebagai simbol komitmen kebangkitan prestasi olahraga. (Foto: Istimewa)

Lombok Barat – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lombok Barat resmi meluncurkan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) pada 20 Desember lalu dengan konsep yang tidak biasa. Launching Pelatda digelar di tengah laut, melibatkan atlet, pelatih, serta pengurus cabang olahraga (cabor) sebagai simbol kebersamaan dan komitmen membangun prestasi olahraga daerah.

Ketua KONI Lombok Barat, Abubakar Abdullah menegaskan, pemilihan laut sebagai lokasi launching bukan tanpa alasan. Kegiatan tersebut dimaknai sebagai simbol persatuan seluruh elemen olahraga Lombok Barat, meskipun berasal dari latar belakang dan cabang olahraga yang berbeda.

“Walaupun kita datang dengan perahu yang berbeda-beda, ketika berbicara kepentingan daerah, kita harus bersama. Ini adalah titik awal untuk meneguhkan komitmen dan semangat juang putra-putri Lombok Barat,” ujarnya, Selasa (23/12).

Menurutnya, Pelatda menjadi momentum penting bagi kebangkitan olahraga Lombok Barat. Para atlet yang tergabung disebut sebagai “patriot olahraga” karena telah berlatih secara mandiri bahkan sebelum Pelatda resmi diluncurkan. Oleh karena itu, mereka layak mendapatkan apresiasi, meski dengan cara-cara sederhana namun bermakna.

“Kami mungkin memiliki keterbatasan dari sisi fiskal, tetapi sekecil apa pun kontribusi dan perjuangan atlet harus dihargai. Melalui kegiatan ini, kami juga mengolaborasikan potensi olahraga dengan alam, budaya, dan pariwisata,” jelasnya.

Selain penguatan semangat dan motivasi, KONI Lombok Barat juga mulai melakukan transformasi tata kelola organisasi ke arah yang lebih profesional. Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi diterapkan melalui pengembangan Sistem Informasi Atlet dan Pelatih (SILET).

Melalui sistem tersebut, data atlet dan pelatih terintegrasi secara digital, mulai dari identitas, alamat, hingga kebutuhan pemantauan kesehatan. Sistem ini juga menjadi dasar dalam penyaluran bantuan pembinaan agar tepat sasaran.

“Kami ingin semua berbasis data. Atlet yang terdaftar dan terverifikasi di SILET itulah yang berhak menerima bantuan,” kata Abu.

Untuk mendukung pembinaan, KONI Lombok Barat mengalokasikan bantuan dana Pelatda dengan skema berbeda. Cabang olahraga beregu menerima sekitar Rp10 juta per tim, sementara cabor perorangan memperoleh Rp5 juta. Selain itu, atlet dan pelatih mendapatkan uang latihan sebesar Rp600 ribu, dengan perhitungan Rp100 ribu per sesi latihan.

Tidak hanya aspek pembinaan, KONI juga memperhatikan perlindungan dan kesejahteraan atlet. Seluruh atlet dan pelatih yang terdaftar dalam SILET dipastikan akan didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan guna memberikan perlindungan dari risiko cedera selama latihan.

Menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan datang, Ketua KONI Lombok Barat menegaskan tidak ada kata mundur bagi seluruh atlet dan pelatih. Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, pihaknya optimistis target prestasi tetap bisa dicapai.

“Kami sudah menyusun visi bersama untuk mewujudkan Lombok Barat Juara di Porprov. Momentum Pelatda ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin,” tegasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan pengelolaan yang lebih profesional, KONI Lombok Barat berharap Pelatda menjadi fondasi kuat dalam mencetak prestasi sekaligus mengangkat martabat olahraga daerah tutupnya.