Lombok Barat – Tekad besar membangkitkan kejayaan olahraga di Bumi Patut Patuh Patju kini memasuki babak baru. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lombok Barat resmi mengibarkan slogan “Lobar Juara”, sebuah komando besar yang menjadi penanda awal perjalanan panjang menuju Porprov NTB 2026 dan PON 2028.
Tidak sekadar slogan, “Lobar Juara” dibangun dari fondasi kerja terukur, berbasis data, dan dikelola dengan manajemen olahraga modern. Sejak November 2025, KONI Lobar mulai menggelar rangkaian Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sebagai pondasi awal pemburuan 89 medali emas di Porprov NTB tahun 2026.
Ketua KONI Lobar, Abu Bakar Abdullah, yang ditemui di ruang kerjanya pada Sabtu (22/11/25), menegaskan bahwa kemenangan bukanlah buah kebetulan, melainkan hasil dari proses panjang yang terencana.
“Kemenangan itu harus direncanakan. Targetnya jelas, pasukannya jelas, strateginya jelas, dan amunisinya jelas,” tegas Abubakar.
Manuver Besar KONI Lobar: Data Sebagai Senjata Utama
Menghadapi kompetisi dengan skala yang semakin kompetitif, KONI Lobar memilih pendekatan ilmiah melalui model pembinaan berbasis data. Hal ini bertujuan memastikan setiap keputusan selaras dengan potensi riil yang dimiliki.
Tiga fokus utama Pelatda menjadi pijakan kerja:
1. Pemetaan Kekuatan 43 Cabang Olahraga
KONI menghimpun data lengkap mengenai atlet, pelatih, dan ofisial dari seluruh cabor binaan. Proses ini menghasilkan peta kekuatan awal yang menjadi dasar strategi pembinaan.
2. Seleksi Ketat Cabor Prioritas
Dari 43 cabor, didata mana yang berstatus “penyumbang emas potensial”. Seleksi ini penting agar sumber daya baik anggaran maupun tenaga pelatih tersalurkan pada sektor yang tepat.
3. Strategi Detail per Cabor
Setelah ‘pasukan’ ditetapkan, KONI mulai menurunkan strategi spesifik untuk masing-masing cabor. Mulai dari periodisasi latihan, analisis lawan, hingga kebutuhan sarana pendukung disusun secara sistematis.
“Kalau targetnya sudah jelas, pasukannya juga harus jelas. Baru kita bisa susun strategi yang tepat,” ujar Abubakar.
Tidak Hanya Fisik: Dukungan Mental dan Medis Jadi Prioritas
KONI Lobar memahami bahwa prestasi olahraga modern tidak hanya bergantung pada latihan teknik dan fisik. Faktor non-fisik kini menjadi penentu performa atlet di arena kompetisi.
Berbagai dukungan pun disiapkan, antara lain:
- Peningkatan fasilitas latihan dan infrastruktur olahraga.
- Program pendukung kebugaran, termasuk penguatan stamina dan pemulihan performa.
- Tim pendukung profesional: fisioterapis, tenaga kesehatan olahraga, hingga psikiater olahraga untuk menjaga stabilitas mental atlet.
Pendekatan menyeluruh ini diharapkan menciptakan atlet yang tidak hanya kuat, tetapi juga siap secara mental menghadapi tekanan pertandingan.
Bidik 89 Medali Emas: Misi Besar Menuju PON 2028
Dengan target 89 emas, 38 perak, dan 35 perunggu, KONI Lobar menegaskan ambisinya untuk kembali menempatkan Lobar sebagai kekuatan utama olahraga NTB. Target ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi standar kinerja setiap cabor selama dua tahun ke depan.
Keseriusan KONI Lobar juga diarahkan untuk melahirkan atlet yang mampu tembus ke PON 2028, sehingga prestasi di level provinsi menjadi modal awal menuju panggung nasional.
Harapan untuk Sinergi Besar
KONI Lobar menyadari bahwa kerja besar ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak mulai dari pemerintah daerah, pelatih, cabor, hingga masyarakat.
“Kami berharap semua persiapan ini bisa berjalan satu arah dan didukung penuh. Kita ingin marwah olahraga Lombok Barat bangkit, kuat, dan kembali disegani di tingkat provinsi maupun nasional,” tutup Abubakar dengan nada optimistis.





