Guna Menambah Wawasan dan Keterampilan, Pelaku Wisata di Desa Wisata di Berikan Pelatihan

Pemerintah daerah melalui dinas Pariwisata Lombok Utara mengundang puluhan pelaku wisata yang ada di desa wisata untuk dilakukan pelatihan dalam pengelolaan desa wisata. (Foto: istimewa)

KLU – Pemerintah daerah melalui dinas Pariwisata Lombok Utara mengundang puluhan pelaku wisata yang ada di desa wisata untuk dilakukan pelatihan dalam pengelolaan desa wisata Kamis (6/9).

Pelatihan yang berlangsung di Amarsvati Hotel selama tiga hari tersebut, menghadirkan sejumlah narasumber dari akademisi dan praktisi.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara Dende Dewi Tresna Budiastuti menyampaikan pelatihan pengelolaan desa wisata ini sangat penting dilakukan dalam rangka menambah kembali wawasan pelaku wisata yang ada di Desa wisata baik Pokdarwis maupun BUMDES. Sehingga kedepan pengembangan desa wisata dapat terus dipacu.

“Hari ini kita undang pokdarwis, BUMDES dan juga kepala desa sebagai pesertanya, dimana pelatihan ini kita laksanakan selama tiga hari, dua hari pertemuan indoor dan satu hari kunjungan lapangan,”jelasnya

Untuk materi kunjungan lapangan, Dinas Pariwisata menunjuk Desa wisata yang ada di Lembar selatan sebagi pusat studi, dimana desa ini menjadi percontohan bagi desa wisata lain karena telah menjadi salah satu desa dengan peringkat ketiga pada anugerah desa wisata Indonesia (ADWI) dalam pengelolaan digitalisasi.

Ia menerangkan dalam pelatihan ini menghadirkan peserta dari 10 Desa wisata dan 2 Desa perintis yang ada di Lombok Utara. Kedepan dengan penguatan kafasitas SDM yang dibekali kepada mereka diharapkan dapat memperkuat kafasitas dan sinergitas bersama dalam membangun kemajuan desa wisata.

“Kita sekarang baru ada satu yang mendapat peringkat anugerah desa wisata Indonesia (ADWI) yakni Desa Senaru diperingkat ke empat, tentu kedepan kita harapkan desa-desa lain yang mengembangkan wisata dapat memacu diri juga untuk menjadi lebih baik,”cetusnya

Dende menerangkan untuk tahun ini kepada Desa wisata yang ada masih fokus pada penguatan kafasitas SDM, meski demikian ia mengakui sejatinya sarana prasarana pendukung masih sangat dibutuhkan oleh desa wisata yang ada seperti infrastruktur jalan, toilet dan rest area berugak.

“Pembenahan sarana prasarana ini juga tentu menjadi PR kedepan kami, namun tahun ini kita fokuskan dulu untuk pelatihan, “jelasnya.

Sementara itu, Kabid PSDP Dispar Lombok Utara Wayan Subade menyampaikan pelaku wisata di Desa wisata diharapkan bisa mengemas daya tarik wisata yang ada didesa sehingga dapat menjadi sorotan wisatawan, hingga pada akhirnya bisa menjadi penopang perekonomian dimasyarakat sendiri.

“Sinergi emosional yang baik antara BUMDES, Perangkat Desa dan Pokdarwis, sangat berpengaruh dalam kemajuan desa wisata,”tuturnya

Untuk penguatan kafasitas pelaku wisata Disbudpar melalui bidang PSDP jelas Subade telah memberikan pelatihan sebanyak lima kali, dan kedepan ada tiga kali pelatihan lagi yang disiapkan, sedangkan tahun depan pun akan kembali berlanjut dengan dukungan DAK pusat.

“Pelatihan ini untuk memberikan tambahan wawasan lebih dan kecakapan ketrampilan pelaku desa wisata, sehingga kedepan bisa memberikan dampak perubahan di desa dalam konteks kemajuan baik tata kelola dan mampu membranding, mempromosikan daya tarik yang ada,”tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup