Rabu, 29 April 2026 | 21.46 WITA
NTB  

393 Jemaah Haji Kloter 8 Lombok Barat Siap Terbang, Persiapan Dipastikan Tanpa Kendala

Plt Kepala Kantor Kemenhaj Lombok Barat, H. Suparlan, saat memberikan keterangan terkait kesiapan pemberangkatan Jemaah Haji Kloter 8. (Foto: istimewa)

LOMBOK BARAT – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) memastikan kesiapan maksimal menjelang keberangkatan jemaah calon haji (JCH) Kloter 8 yang dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci pada Kamis (30/4/2026). Seluruh tahapan persiapan, mulai dari administrasi hingga logistik, dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Plt Kepala Kantor Kemenhaj Lobar, H. Suparlan, menyampaikan bahwa koordinasi dengan Pemerintah Daerah telah berjalan optimal sejak dini hari. Salah satu fokus utama persiapan tahun ini adalah manajemen kerumunan di area pemberangkatan.

“Evaluasi dari tahun sebelumnya menjadi acuan kami. Tahun ini, proses masuk ke lokasi di Bencingah jauh lebih nyaman karena tidak ada lagi penumpukan jemaah. Sterilisasi lokasi ini berhasil membuat proses keberangkatan menjadi lebih tertib,” ujarnya, Rabu(29/4).

Kloter 8 Lombok Barat membawa total 393 orang yang terdiri dari 388 jemaah dan 5 orang petugas pendamping. Kloter ini akan dipimpin oleh TGH. Lalu Fahmi Husain selaku Ketua Kloter, didampingi TGH. M. Zainuddin Abdul Hafiz sebagai pembimbing ibadah. Untuk aspek kesehatan, akan ditangani oleh dr. Nima DP Febrina Sari dan tenaga kesehatan Hendri Purwadi. Selain itu, terdapat satu orang Petugas Haji Daerah (PHD), Rahmat Arif Sudarsana.

Data mencatat rentang usia jemaah dalam kloter ini cukup variatif. Jemaah tertua adalah Nurul Hikmah (91) asal Banyu Urip, Gerung, yang dilaporkan dalam kondisi sehat. Sementara itu, jemaah termuda adalah Rizkia Rahmawati Putri (24) berasal dari Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, yang berangkat melalui mekanisme pelimpahan porsi dari orang tuanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan berita duka terkait meninggalnya salah satu calon jemaah Kloter 8, Bapak Makbul Muhsinin Umar (70) asal Jembatan Kembar. Almarhum sempat menjalani perawatan di RSUD Provinsi sebelum wafat.

“Kami telah melakukan koordinasi cepat untuk mengisi kekosongan kursi tersebut dengan menarik jemaah dari Kloter 15 agar bisa maju keberangkatannya ke Kloter 8,” jelasnya.

Kemudian kondisi jemaah yang sudah berada di Madinah (Kloter 3), H. Suparlan memastikan seluruh jemaah dalam kondisi aman dan sehat. Tidak ada laporan gangguan keamanan, dan para jemaah dapat beribadah dengan khusyuk. Cuaca di Arab Saudi dilaporkan berada pada kisaran 35–37 derajat Celcius, relatif serupa dengan kondisi di Indonesia.

Kabar menggembirakan juga datang dari jemaah Kloter 3 asal Medas, Bapak Sribano, yang sebelumnya sempat tertunda keberangkatannya karena kendala kesehatan (istithaah sementara).

“Hasil koordinasi dua hari lalu, beliau sudah dinyatakan laik terbang atau ACC. Kami sedang berkoordinasi dengan embarkasi untuk mencarikan open seat agar beliau bisa menyusul, jika memungkinkan di Kloter 8 atau Kloter 15, sehingga bisa berkumpul kembali dengan istrinya di Tanah Suci melalui proses tanazul,” tambahnya.

Sebagai penutup, pihaknya berpesan kepada seluruh jemaah agar menjaga kesehatan dengan istirahat yang cukup, menenangkan pikiran, serta meluruskan niat sebelum memasuki asrama haji. Diharapkan seluruh jemaah tetap dalam kondisi prima dan tidak terkendala masalah kesehatan hingga saat keberangkatan nanti.tutupnya