Kamis, 2 April 2026 | 03.49 WITA
NTB  

Waspada! Modus Penipuan Haji Mengatasnamakan Pengkinian Data Mulai Marak di Lombok Barat

Plt Kepala Kantor Kemenhaj Lombok Barat, H. Suparlan, saat memberikan keterangan terkait maraknya modus penipuan berkedok pengkinian data dan pelunasan haji di Lombok Barat. (Foto istimewa)

LOMBOK BARAT – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Lombok Barat mengimbau masyarakat, khususnya calon jemaah haji, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan pengkinian data dan pelunasan biaya haji.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kemenhaj Lombok Barat, H. Suparlan, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait adanya upaya penipuan melalui sambungan telepon dan aplikasi pesan instan.

“Beberapa jemaah melaporkan telah dihubungi oleh pihak yang meminta pembaruan data pribadi, seperti Nomor Induk Kependudukan hingga pengiriman KTP. Bahkan ada yang diarahkan untuk membuka tautan tertentu atau mengunduh aplikasi serta melakukan verifikasi melalui telepon maupun video call,” ujarnya.

Kemenhaj menegaskan bahwa modus tersebut sangat berbahaya karena berpotensi pada penyalahgunaan data pribadi. Seluruh proses resmi terkait penyelenggaraan ibadah haji, termasuk pelunasan biaya, hanya dilakukan melalui mekanisme dan prosedur resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami menegaskan, apabila ada pihak yang menghubungi di luar jalur resmi dan meminta data pribadi, maka hal tersebut patut dicurigai sebagai upaya penipuan,” tegas Suparlan.

Hingga saat ini, terdapat dua laporan masyarakat di Lombok Barat terkait upaya penipuan tersebut. Keduanya berhasil terhindar dari kerugian setelah melakukan konfirmasi langsung ke kantor Kemenhaj.

Kemenhaj juga mengingatkan bahwa proses pelunasan biaya haji memiliki jadwal dan tahapan yang jelas. Oleh karena itu, setiap permintaan data atau pembayaran di luar jadwal resmi dipastikan bukan berasal dari pihak berwenang.

“Data jemaah haji yang akan berangkat tahun ini sudah final. Saat ini fokus kami adalah pada tahap persiapan keberangkatan, bukan pengkinian data atau pelunasan di luar prosedur resmi,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Kemenhaj Lombok Barat telah melakukan sosialisasi melalui berbagai media, termasuk distribusi pamflet serta penyebaran informasi melalui kelompok jemaah dan platform komunikasi digital seperti WhatsApp.

Kemenhaj juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan media untuk berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi ini guna mencegah jatuhnya korban.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak mudah percaya. Jika menerima informasi yang meragukan, segera lakukan konfirmasi ke kantor resmi Kemenhaj,” tutup Suparlan.

Melalui imbauan ini, Kemenhaj berharap tingkat kewaspadaan masyarakat meningkat sehingga potensi penipuan dapat ditekan, serta pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar tanpa gangguan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.