Rabu, 1 April 2026 | 17.48 WITA
NTB  

Tegas dan Menenangkan, Haerul Warisin Pastikan P3K Lombok Timur Aman, LP3M Muara Kasih Angkat Topi

Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin dan Moh. Edwin Hadiwijaya, kompak memimpin pemerintahan dengan komitmen kuat untuk pelayanan masyarakat. (Foto istimewa)

LOMBOK TIMUR – Di tengah derasnya isu nasional terkait penataan tenaga non-ASN, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengambil langkah tegas yang menenangkan ribuan tenaga P3K. Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, memastikan tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi P3K di daerahnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban atas keresahan yang sempat melanda para tenaga P3K yang khawatir terhadap masa depan pekerjaan mereka.

“Tidak ada PHK. P3K tetap bekerja seperti biasa dan menjadi bagian penting dari sistem pelayanan publik kita,” tegasnya.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dengan jumlah hampir 11 ribu orang, tenaga P3K memegang peranan vital dalam memastikan roda pelayanan masyarakat tetap berjalan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga layanan administratif di tingkat desa.

Bahkan, pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada jaminan keamanan kerja. Komitmen lebih jauh ditunjukkan melalui upaya peningkatan kesejahteraan, perpanjangan kontrak kerja, hingga membuka peluang karier yang lebih luas, termasuk posisi strategis di sektor pendidikan dan kesehatan.

Ketua LP3M Muara Kasih Lombok Timur, Ilham Jaya, menyatakan dukungan terhadap kebijakan pro-rakyat di Lombok Timur. (Foto istimewa)

Kebijakan ini menuai pujian dari berbagai elemen masyarakat sipil. Ketua LP3M Muara Kasih Lombok Timur, Ilham Jaya, secara khusus menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah tersebut.

“Ini adalah kebijakan yang menyejukkan sekaligus menunjukkan keberanian seorang pemimpin dalam mengambil keputusan strategis. Kami sangat mengapresiasi komitmen Bupati Lombok Timur,” ungkap Ilham.

Menurutnya, keberpihakan terhadap tenaga P3K tidak hanya berdampak pada individu pegawai, tetapi juga pada stabilitas sosial dan kualitas pelayanan masyarakat secara keseluruhan.

“Ketika tenaga pelayanan merasa aman, maka kualitas kerja mereka juga akan meningkat. Dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat. Ini efek domino yang sangat positif,” jelasnya.

Ia juga menilai bahwa kebijakan ini semakin memperkuat citra Lombok Timur sebagai daerah yang peduli terhadap sumber daya manusia dan kesejahteraan aparatur.

Sementara itu, di lapangan, para tenaga P3K mengaku lebih tenang dan kembali fokus menjalankan tugas. Mereka berharap komitmen ini terus berlanjut dan diwujudkan dalam kebijakan nyata lainnya.

Bupati Haerul Warisin menutup pernyataannya dengan pesan moral kepada seluruh tenaga P3K agar tetap menjaga integritas dan dedikasi.

“Pengabdian kalian sangat berarti. Teruslah bekerja dengan tulus dan profesional,” ujarnya.

Di tengah ketidakpastian yang melanda banyak daerah, Lombok Timur justru menunjukkan arah yang jelas bahwa keberpihakan pada tenaga kerja dan pelayanan publik adalah fondasi utama pembangunan daerah.