Rabu, 1 April 2026 | 17.46 WITA
NTB  

IPM NTB Melejit di Tahun Pertama Iqbal-Dinda, Fondasi SDM Kuat Mulai Terbangun

Kepemimpinan tahun pertama Iqbal-Dinda menunjukkan hasil nyata dengan meningkatnya IPM NTB secara signifikan. (Foto istimewa)

MATARAM – Tahun pertama kepemimpinan Iqbal-Dinda menjadi momentum penting dalam perjalanan pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial, pemerintah daerah justru mampu mencatatkan capaian strategis: lonjakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang signifikan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat IPM NTB tahun 2025 berada di angka 73,97, meningkat dari 73,10 pada 2024. Kenaikan ini tidak hanya menunjukkan tren positif, tetapi juga menandai percepatan pembangunan manusia yang lebih terarah dan terukur.

IPM bukan sekadar angka. Ia adalah refleksi kualitas hidup masyarakat. Ketika IPM naik, artinya masyarakat hidup lebih sehat, lebih berpendidikan, dan memiliki daya beli yang lebih baik. Dan di NTB, ketiga aspek ini menunjukkan perbaikan yang nyata.

Di sektor kesehatan, peningkatan Umur Harapan Hidup menjadi indikator penting. Dengan angka mencapai 72,60 tahun, ini menunjukkan bahwa layanan kesehatan semakin mudah diakses dan kualitas hidup masyarakat semakin baik. Program kesehatan yang berbasis pencegahan mulai menunjukkan hasil nyata.

Di sisi ekonomi, peningkatan pengeluaran riil per kapita menjadi sinyal kuat bahwa daya beli masyarakat tidak hanya bertahan, tetapi juga meningkat. Ini tidak lepas dari berbagai kebijakan strategis pemerintah, seperti stabilisasi harga, penguatan UMKM, serta pemberdayaan ekonomi desa.

Pendekatan yang digunakan tidak bersifat top-down semata, tetapi juga menyentuh akar persoalan. Pemerintah hadir melalui pasar murah, bazar pangan, hingga akses pembiayaan usaha yang lebih luas. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi tidak hanya dirasakan di atas kertas, tetapi juga di dapur masyarakat.

Sementara itu, sektor pendidikan menunjukkan progres yang patut diapresiasi. Rata-rata Lama Sekolah meningkat menjadi 8,21 tahun. Ini adalah indikator bahwa semakin banyak masyarakat NTB yang memiliki kesempatan untuk belajar lebih lama.

Program pendidikan kesetaraan menjadi salah satu terobosan penting. Anak-anak yang sempat putus sekolah kini mendapatkan kesempatan kedua. Ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga soal keadilan sosial.

Meski demikian, tantangan pembangunan manusia masih membayangi. Fenomena pernikahan usia dini dan beban ekonomi keluarga yang dipikul anak muda menjadi ancaman serius terhadap keberlanjutan pembangunan.

Pemerintah Provinsi NTB menyadari hal ini dan terus memperkuat langkah intervensi. Edukasi, perlindungan anak, serta pemberdayaan keluarga menjadi fokus utama untuk memastikan pembangunan manusia tidak terhenti di tengah jalan.

Apresiasi pun datang dari berbagai pihak. Ketua LP3M Muara Kasih Lombok Timur, Ilham Jaya, menilai capaian ini sebagai langkah awal yang sangat menjanjikan.

Ilham Jaya menilai peningkatan IPM NTB menjadi bukti nyata keberhasilan arah pembangunan Iqbal-Dinda. (Foto istimewa)

“Kami melihat kepemimpinan Iqbal-Dinda tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga serius membangun manusia. Ini langkah strategis. Kalau manusianya kuat, daerah pasti maju,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa capaian IPM ini harus dijaga konsistensinya agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Dengan fondasi yang mulai terbentuk di tahun pertama, NTB kini berada pada jalur yang tepat menuju transformasi daerah. Pembangunan manusia tidak lagi menjadi wacana, melainkan menjadi inti dari setiap kebijakan.

Jika momentum ini terus dijaga, bukan tidak mungkin NTB akan menjadi salah satu daerah dengan kualitas sumber daya manusia terbaik di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.