Selasa, 28 April 2026 | 09.45 WITA
Ekobis  

PLN Hidupkan Spirit Kartini di Medana: Perempuan Bangkit, Ekonomi Desa Menguat

Pelatihan kewirausahaan perempuan Desa Medana oleh PLN UIW NTB dalam program Srikandi Women Support Women. (Dok. PLN)

LOMBOK UTARA – Semangat Kartini tahun ini menemukan wujudnya di Desa Medana. PT PLN (Persero) UIW NTB membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar jargon, melainkan strategi nyata dalam menggerakkan ekonomi desa.

Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN menyasar kelompok perempuan sebagai motor penggerak ekonomi keluarga. Program Srikandi Women Support Women menjadi instrumen utama dalam memperkuat kapasitas usaha perempuan, mulai dari peningkatan keterampilan hingga akses terhadap peralatan produksi yang lebih modern.

Sebanyak 60 perempuan mengikuti pelatihan kewirausahaan yang dirancang tidak hanya teoritis, tetapi aplikatif. Mereka dibekali pemahaman bisnis, pengelolaan keuangan, hingga pemanfaatan energi listrik secara produktif untuk meningkatkan efisiensi usaha.

Ketua Klub Baca Perempuan Desa Medana, Nursida Syam, menjadi sosok penting dalam memastikan keberlanjutan program. Ia tidak hanya berperan sebagai koordinator, tetapi juga penggerak komunitas yang menjembatani kebutuhan peserta dengan dukungan yang diberikan PLN.

Hasilnya, perubahan mulai terlihat dalam waktu relatif singkat. UMKM sektor kuliner mengalami lonjakan omzet yang signifikan, bahkan mencapai dua kali lipat. Selain itu, muncul 15 unit usaha baru yang memperluas basis ekonomi desa.

Lebih jauh, program ini turut menciptakan sekitar 60 peluang kerja baru. Ini menjadi indikator bahwa pemberdayaan perempuan memiliki dampak langsung terhadap pengurangan pengangguran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menilai bahwa perempuan memiliki potensi besar yang selama ini belum sepenuhnya tergarap. Oleh karena itu, PLN hadir untuk membuka akses dan peluang agar potensi tersebut dapat berkembang secara optimal.

“Perempuan adalah pilar ekonomi keluarga. Ketika mereka diberdayakan, maka dampaknya akan meluas ke seluruh aspek kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Di Desa Medana, Kartini tidak lagi sekadar simbol sejarah. Ia hidup dalam semangat perempuan-perempuan yang kini mampu berdiri di atas kaki sendiri, menggerakkan usaha, dan mengubah masa depan keluarga mereka.