Jumat, 1 Mei 2026 | 17.12 WITA
Ekobis  

Dari Proses Tender hingga Kontrak Rp19,3 Miliar, PT Duta Abadi Siap Wujudkan SPAM Semongkat yang Andal untuk 12 Ribu Warga Sumbawa

Momen penandatanganan kontrak pekerjaan fisik dan supervisi SPAM Semongkat sebagai langkah awal pembangunan peningkatan layanan air minum di Sumbawa. (Foto: istimewa)

MATARAM – Di balik kebutuhan dasar yang sering dianggap sederhana, tersimpan persoalan besar yang membutuhkan solusi terukur: air bersih. Pemerintah melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) NTB kini mengambil langkah konkret melalui Proyek Optimalisasi SPAM Semongkat Kabupaten Sumbawa 2026.

Proyek ini resmi dikontrak setelah melalui proses tender terbuka dan transparan. Hasilnya, PT Duta Abadi ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai penawaran sebesar Rp19,3 miliar, menandai kepercayaan negara kepada perusahaan tersebut untuk menggarap proyek vital di sektor air minum.

Mengacu pada data pengadaan nasional, PT Duta Abadi merupakan perusahaan konstruksi yang berbasis di Indonesia dan telah terlibat dalam berbagai proyek infrastruktur. Pengalaman tersebut menjadi faktor penting dalam memenangkan tender, terutama pada proyek dengan kompleksitas teknis seperti rehabilitasi sistem pengolahan air.

Lingkup pekerjaan yang akan digarap tidak kecil. Rehabilitasi IPA dengan kapasitas 3 x 50 liter per detik menjadi inti proyek, dengan target pelayanan lebih dari 12.000 sambungan rumah. Ini berarti, ribuan warga Sumbawa akan merasakan dampak langsung dari proyek ini dalam bentuk akses air bersih yang lebih baik, lebih stabil, dan lebih aman.

Kepala BPBPK NTB, Dades Prinandes, dalam arahannya menekankan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya dilihat dari selesainya pembangunan, tetapi dari kualitas manfaat yang dihasilkan.

“Kita ingin hasil yang tidak hanya selesai secara fisik, tetapi benar-benar berfungsi optimal dan berkelanjutan. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi. Proyek ini melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga badan usaha milik daerah seperti Perumdam Batulanteh. Tanpa koordinasi yang baik, proyek sebesar ini berpotensi menghadapi hambatan.

Dalam konteks yang lebih luas, proyek SPAM Semongkat merupakan bagian dari upaya pemerintah mencapai target universal akses air minum layak. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan air akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi, proyek seperti ini menjadi krusial.

Tak hanya soal teknis, proyek ini juga memiliki dimensi sosial dan ekonomi. Akses air bersih yang baik akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menekan biaya kesehatan, serta membuka peluang aktivitas ekonomi yang lebih produktif.

Dengan kontrak senilai Rp19,3 miliar di tangan, PT Duta Abadi kini memikul tanggung jawab besar. Publik berharap, proyek ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga menjadi contoh keberhasilan pembangunan infrastruktur air minum di daerah.

Pada akhirnya, keberhasilan SPAM Semongkat bukan hanya tentang angka kapasitas atau nilai kontrak, tetapi tentang bagaimana air bersih bisa mengalir lebih lancar ke rumah-rumah warga membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sumbawa.