894 Merchant SIPLah Toko Ladang di NTB, Bank NTB Syariah Bidik Penguatan Ekonomi Pelaku Usaha Lokal
MATARAM – Sebanyak 894 merchant aktif tercatat dalam ekosistem SIPLah Toko Ladang di Nusa Tenggara Barat per 30 September 2026. Data tersebut memperlihatkan besarnya keterlibatan pelaku usaha dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa satuan pendidikan yang memanfaatkan platform digital.
Potensi tersebut menjadi salah satu alasan Bank NTB Syariah memperkuat sinergi dengan PT Ladang Karya Husada selaku pengelola SIPLah Toko Ladang. Kolaborasi itu diarahkan untuk mengoptimalkan sistem pembayaran digital, memperkuat hubungan dengan merchant, serta membuka ruang bagi pengembangan aktivitas usaha di daerah.
Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Adendum I Perjanjian Kerja Sama layanan Virtual Account (VA) dalam kegiatan Salam Sapa Mataram–Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 di Mataram, Selasa (27/10/2026).
Bagi pelaku usaha, keterhubungan dengan platform pengadaan digital menyediakan jalur untuk berpartisipasi dalam transaksi pengadaan barang dan jasa di lingkungan satuan pendidikan. Agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, dukungan sistem pembayaran dan layanan perbankan menjadi bagian penting dari kebutuhan operasional.
Di sinilah peran sinergi antara bank dan pengelola platform menjadi relevan. Integrasi layanan pembayaran yang berjalan baik diharapkan dapat membantu memperlancar transaksi, sedangkan komunikasi dengan merchant dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan dan kendala yang muncul selama menjalankan usaha.
Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, mengatakan kolaborasi antara lembaga perbankan, penyelenggara platform digital, supplier, dan merchant dibutuhkan untuk membangun ekosistem pengadaan digital yang efektif dan berkelanjutan.
Menurut dia, kerja sama tersebut tidak hanya berkaitan dengan kelancaran transaksi, tetapi juga diarahkan untuk memberikan nilai tambah kepada pelaku usaha lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen itu diperkuat melalui kegiatan Salam Sapa, yang menjadi ruang komunikasi dan koordinasi antara Bank NTB Syariah, Toko Ladang, serta supplier dan merchant yang tergabung dalam ekosistem SIPLah.
Melalui forum tersebut, berbagai kebutuhan, masukan, dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam bertransaksi melalui platform digital dapat diserap sebagai bahan koordinasi dan evaluasi layanan.
Selain itu, Bank NTB Syariah menyampaikan bahwa layanan Virtual Account pada platform SIPLah Toko Ladang telah kembali normal. Kondisi ini mendukung kelancaran aktivitas transaksi mitra, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan layanan pembayaran digital.
Kedua pihak juga memperkuat standar pelayanan melalui Service Level Agreement (SLA), dengan target ketersediaan layanan Virtual Account sekurang-kurangnya 99,5 persen setiap bulan kalender. Kesepakatan tersebut dilengkapi mekanisme koordinasi, pemantauan, evaluasi, dan penanganan gangguan sesuai tanggung jawab masing-masing pihak.
Bagi merchant, dukungan perbankan juga tidak terbatas pada fasilitas pembayaran. Bank NTB Syariah menyediakan layanan tabungan, giro, deposito, transaksi digital melalui RIMO by Bank NTB Syariah, Merchant QRIS, serta layanan transaksi bisnis. Pelaku usaha yang membutuhkan dukungan pengembangan usaha dapat berkonsultasi dengan tim Pembiayaan Mikro sesuai kriteria dan ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, jumlah merchant aktif tidak dengan sendirinya menunjukkan besaran nilai transaksi, tingkat pertumbuhan usaha, ataupun besarnya kontribusi ekonomi yang telah dihasilkan. Data tersebut lebih tepat dipandang sebagai gambaran luasnya partisipasi pelaku usaha dalam ekosistem pengadaan digital.
Tantangan berikutnya adalah memastikan partisipasi itu didukung layanan yang konsisten, akses terhadap fasilitas keuangan yang sesuai kebutuhan, serta koordinasi yang efektif antara seluruh pihak terkait.
Melalui penguatan sinergi dengan Toko Ladang, Bank NTB Syariah berharap integrasi layanan perbankan dan platform pengadaan digital semakin optimal. Dengan demikian, ekosistem yang terbentuk tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga berpotensi memperkuat keterlibatan pelaku usaha lokal dalam memenuhi kebutuhan satuan pendidikan di NTB.
Komitmen tersebut sejalan dengan upaya Bank NTB Syariah menghadirkan layanan keuangan yang relevan bagi masyarakat dan dunia usaha, dengan semangat Berkah Bermakna.