Bukan Hanya Soal Listrik, 500 Lebih Personel PLN Disiapkan Kawal MotoGP Mandalika 2026

Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com
Tim PLN UIW NTB menyiapkan infrastruktur dan peralatan pendukung untuk menjamin keandalan pasokan listrik selama gelaran MotoGP Mandalika 2026. (Dok. PLN)

MATARAM – Ketika puluhan ribu pasang mata tertuju pada aksi para pembalap dunia di Pertamina Mandalika International Circuit, ada ratusan personel PLN yang bekerja dalam senyap memastikan satu hal tetap berjalan: listrik tidak boleh padam.

Menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, PT PLN (Persero) memperkuat pengamanan sistem kelistrikan di kawasan Mandalika, Lombok Tengah. Lebih dari 500 personel disiapkan untuk memastikan seluruh kebutuhan kelistrikan selama event internasional tersebut dapat dilayani secara andal.

MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung 9–11 Oktober. Tahun ini menjadi penyelenggaraan kelima MotoGP di Mandalika, sehingga standar kesiapan infrastruktur juga terus ditingkatkan.

PLN UIW NTB tidak ingin mengambil risiko dengan hanya mengandalkan kesiapan jaringan utama. Sistem pengamanan disusun berlapis, mulai dari pemeriksaan jaringan dan instalasi hingga penyediaan sejumlah perangkat cadangan yang dapat digunakan ketika kondisi membutuhkan.

General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, mengatakan persiapan dilakukan secara bertahap dengan memastikan kebutuhan daya, kondisi jaringan dan kesiapan peralatan pendukung dapat terpenuhi.

Di lapangan, tim PLN melakukan pemeriksaan terhadap berbagai peralatan yang akan digunakan selama rangkaian kegiatan. Pemeriksaan juga diarahkan pada instalasi yang telah terpasang di kawasan sirkuit, termasuk titik sambungan, panel distribusi dan jalur kabel.

Pola kerja tersebut bukan sekadar pemeriksaan rutin. PLN melakukan langkah antisipatif dengan mencari potensi titik rawan sebelum event dimulai.

Salah satu penguatan penting adalah pemasangan tiga inlet UGB. Infrastruktur tersebut disiapkan agar unit gardu bergerak dapat dimobilisasi ketika dibutuhkan sebagai bagian dari skema pasokan cadangan.

Tiga inlet tersebut memiliki kapasitas masing-masing 250 kVA, 400 kVA dan 630 kVA. Jika dijumlahkan, kapasitasnya mencapai 1.280 kVA.

PLN juga menyiagakan 19 unit UPS, 13 unit UGB serta tujuh genset sebagai bagian dari sistem pengamanan kelistrikan.

Dengan perangkat tersebut, PLN memiliki sejumlah opsi apabila terjadi kondisi yang membutuhkan suplai alternatif.

Konsep pengamanan berlapis menjadi penting karena listrik di kawasan event internasional tidak hanya digunakan untuk kebutuhan dasar.

Berbagai perangkat teknologi, fasilitas penyelenggaraan, komunikasi, penerangan, area publik, fasilitas komersial dan operasional sirkuit bergantung pada pasokan energi yang stabil.

Satu gangguan kecil berpotensi memberikan dampak besar jika terjadi pada titik yang vital.

Karena itu, PLN memperlakukan MotoGP Mandalika sebagai operasi khusus yang membutuhkan kesiapan teknis sekaligus koordinasi lintas pihak.

Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri, menegaskan komitmen PLN untuk mendukung penyelenggaraan MotoGP Mandalika dengan pasokan listrik yang andal.

Di sisi lain, kesiapan pembangkit juga menjadi bagian penting. PLN memastikan sistem kelistrikan yang menopang Pulau Lombok berada dalam kondisi optimal agar kebutuhan energi selama event dapat dipenuhi.

Bagi PLN, menjaga listrik selama MotoGP bukan hanya tugas pelayanan kelistrikan. Ada nama Indonesia dan NTB yang ikut dipertaruhkan ketika event internasional tersebut berlangsung.

Mandalika kini bukan sekadar sirkuit. Kawasan ini telah menjadi salah satu etalase pariwisata Indonesia di mata dunia.

Karena itu, ketika mesin motor mulai meraung di lintasan Oktober mendatang, ratusan personel PLN akan bekerja di balik layar dengan tugas yang sama pentingnya dengan mereka yang berada di garis depan penyelenggaraan: memastikan energi tetap tersedia, sistem tetap terkendali dan seluruh perhelatan berjalan tanpa gangguan kelistrikan.

Tutup