Selasa, 10 Maret 2026 | 18.08 WITA
Ekobis  

Dari Takjil hingga QRIS, Strategi Bank NTB Syariah Perkuat Ekonomi Syariah di Bulan Ramadhan

Suasana kunjungan pimpinan Bank NTB Syariah ke bazar UMKM berbasis QRIS dalam rangkaian Gelegar Lentera Ramadhan 2026. (Dok. Bank NTB Syariah)

Lombok Utara – Ramadhan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang perputaran ekonomi rakyat. Momentum ini dimanfaatkan Bank NTB Syariah untuk mempercepat akselerasi digitalisasi transaksi UMKM melalui program Gelegar Lentera Ramadhan.

Kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menghadirkan bazar UMKM yang seluruh sistem pembayarannya terintegrasi QRIS. Model ini bukan hanya memudahkan transaksi, tetapi juga membangun budaya keuangan non-tunai berbasis syariah.

Puluhan pelaku usaha lokal mendapatkan kesempatan emas memperluas pasar. Produk kuliner, jajanan tradisional, hingga buah durian khas NTB laris diserbu pembeli. Menariknya, seluruh transaksi tercatat secara digital, memberikan keamanan sekaligus transparansi bagi pedagang.

Nazaruddin, Direktur Utama Bank NTB Syariah, menyebut digitalisasi sebagai fondasi penting ekonomi masa depan. “Kami ingin inklusi keuangan syariah menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dengan QRIS, UMKM lebih percaya diri dan profesional dalam melayani konsumen,” ujarnya.

Sebagai stimulus tambahan, Bank NTB Syariah juga menyediakan doorprize menarik bagi UMKM yang aktif bertransaksi menggunakan QRIS selama kegiatan berlangsung. Strategi ini dinilai efektif menjaga semangat adaptasi teknologi di kalangan pelaku usaha kecil.

Selain itu, edukasi GERAKS menjadi pilar penting kegiatan ini. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai produk pembiayaan syariah, pengelolaan keuangan, serta pentingnya literasi finansial di tengah tantangan ekonomi global.

Penutupan kegiatan di KLU berlangsung khidmat pada 1 Maret 2026 dengan tausyiah Ustadz Faris BQ. Selanjutnya, Gelegar Lentera Ramadhan bergerak ke Kota Bima pada 2–3 Maret 2026 di Masjid Agung Al-Muwahiddin, menghadirkan Ustadz Abu Fida sebagai pengisi tausyiah.

Langkah ini menegaskan positioning NTB sebagai salah satu poros penguatan ekonomi syariah nasional berbasis digital.