Selasa, 10 Maret 2026 | 14.42 WITA
Ekobis  

Dari Desa untuk NTB, Bank NTB Syariah Bangun Ekosistem Koperasi Produktif

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama jajaran Forkopimda dan perwakilan Bank NTB Syariah berfoto bersama pengurus Koperasi Desa Merah Putih usai penyerahan bantuan operasional di Tegal Maja. (Dok. Bank NTB Syariah)

Lombok Utara – Transformasi ekonomi desa tidak bisa hanya mengandalkan wacana. Dibutuhkan intervensi nyata, terukur, dan tepat sasaran. Hal inilah yang dilakukan Bank NTB Syariah melalui penyaluran bantuan sarana operasional kepada 10 Koperasi Desa Merah Putih Percontohan di NTB.

Langkah ini menegaskan posisi Bank NTB Syariah sebagai lembaga keuangan syariah daerah yang aktif membangun ekosistem ekonomi produktif dari level desa.

Penyerahan perdana berlangsung di KDMP Tegal Maja, Lombok Utara, dengan dihadiri langsung Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Kehadiran pimpinan daerah dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa inisiatif Bank NTB Syariah bukan sekadar program CSR biasa, melainkan bagian dari orkestrasi pembangunan daerah.

Branch Manager Bank NTB Syariah KC Tanjung, Umarta, menjelaskan bahwa bantuan berbentuk fisik dipilih agar manfaatnya berkelanjutan. “Fasilitas ini akan memperkuat sistem administrasi, pencatatan keuangan, hingga pelayanan anggota. Kami ingin koperasi naik kelas,” tegasnya.

Secara strategis, dukungan ini membuka peluang bagi koperasi untuk terlibat dalam rantai pasok program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan tata kelola yang baik dan fasilitas yang memadai, koperasi desa berpotensi menjadi pemasok utama bahan pangan berkualitas.

Di sinilah peran Bank NTB Syariah menjadi penting. Tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga memperkuat fondasi kelembagaan. Pendekatan ini mencerminkan prinsip ekonomi syariah yang menekankan kebermanfaatan, keberlanjutan, dan keadilan sosial.

Bantuan kepada KDMP Percontohan menjadi simbol bahwa Bank NTB Syariah tengah membangun model penguatan koperasi yang bisa direplikasi di seluruh NTB. Jika konsisten dijalankan, langkah ini berpotensi mengubah wajah ekonomi desa dalam jangka panjang.