Selasa, 10 Maret 2026 | 11.41 WITA
Ekobis  

Ramadan Penuh Berkah, PLN Sumbawa Berbagi Sembako untuk Warga Pekat dan Labuhan

YBM PLN UP3 Sumbawa menyalurkan paket sembako Ramadan 1447 H kepada warga di Kelurahan Pekat dan Desa Labuhan sebagai wujud kepedulian sosial insan PLN. (Dok. PLN)

Sumbawa – Ramadan selalu menjadi ruang refleksi sekaligus momentum berbagi. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan suci, PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) menunjukkan bahwa energi yang mereka distribusikan tak hanya mengalir melalui jaringan listrik, tetapi juga menjelma menjadi kepedulian sosial yang nyata.

Melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Sumbawa, perusahaan menyalurkan 20 paket sembako kepada warga yang membutuhkan di Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, serta Desa Labuhan, Kecamatan Labuhan Badas. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada para mustahik dengan melibatkan unsur pemerintah setempat sebagai wujud sinergi dan transparansi.

Program ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia menjadi bagian dari strategi keberlanjutan PLN yang kini menempatkan social impact sebagai salah satu fondasi transformasi korporasi. Di tengah tuntutan menjaga keandalan pasokan listrik selama Ramadan, PLN memastikan bahwa kehadirannya juga terasa dalam dimensi sosial masyarakat.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menegaskan bahwa transformasi perusahaan tidak hanya berorientasi pada kinerja operasional, tetapi juga penciptaan nilai jangka panjang bagi lingkungan sosial. “Kami ingin memastikan listrik tetap andal selama Ramadan, sekaligus menghadirkan kontribusi sosial yang terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dana bantuan yang disalurkan berasal dari zakat, infak, dan sedekah pegawai PLN yang dihimpun melalui YBM. Pengelolaan dilakukan secara profesional dengan prinsip akuntabilitas tinggi. Skema ini memastikan bahwa setiap rupiah yang dihimpun dapat memberikan dampak yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Manager PLN UP3 Sumbawa, Firman Sulistyawan, menyampaikan bahwa program ini menjadi bentuk empati insan PLN terhadap masyarakat sekitar wilayah kerja. “Kami ingin keberadaan PLN dirasakan secara utuh tidak hanya melalui listrik yang menyala, tetapi juga melalui kepedulian sosial,” ungkapnya.

Momentum Ramadan, menurutnya, adalah ruang memperkuat solidaritas dan kolaborasi lintas sektor. Langkah tersebut sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam aspek pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan.

Di Sumbawa, bantuan tersebut mungkin terhitung sederhana dalam angka. Namun di balik itu, tersimpan pesan kuat bahwa transformasi korporasi dapat berjalan beriringan dengan empati sosial. PLN UIW NTB pun menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keseimbangan antara keandalan energi dan kebermanfaatan bagi masyarakat.