Lombok Barat – Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan (Dislutkan dan Ketapang) Kabupaten Lombok Barat resmi meluncurkan program “Kios Pangan” bertepatan dengan momen Ramadan. Bertempat di area kantor dinas setempat, program ini bertujuan untuk memotong rantai distribusi agar masyarakat dan ASN bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga di bawah pasar.
Kepala Dislutkan dan Ketapang Lombok Barat, H. Afgan Kusumanegara, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan realisasi dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang kini difokuskan di satu titik strategis guna memudahkan akses publik.
“Tujuannya jelas, mendekatkan pangan murah kepada masyarakat. Jika sebelumnya kita berkeliling ke desa-desa, kini kita fokuskan di sini (kantor dinas) dengan penguatan sosialisasi melalui media sosial agar jangkauannya lebih luas,” ujanya, Senin (9/3).
Komoditas yang ditawarkan dalam Kios Pangan ini meliputi kebutuhan dasar seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, hingga aneka sayuran seperti bawang merah dan bawang putih. Bahan-bahan tersebut dipasok langsung dari petani dan sebagian dari Pasar Induk Bertais.
Afgan mengungkapkan adanya selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga pasar pada umumnya.
“Selisih harganya bisa mencapai Rp2.000 hingga Rp3.000 per item. Bagi ibu-ibu, selisih Rp500 saja pasti dikejar, apalagi sampai ribuan. Tadi pagi pun masyarakat dan ASN sempat berebutan karena antusiasme yang tinggi,” imbuhnya.
Tak hanya menjual sembako, Kios Pangan Murah juga menjadi etalase bagi produk unggulan UMKM lokal. Beberapa produk yang mulai dipasarkan antara lain Terasi Cemare dari Lembar Selatan serta Garam Rakyat dari Cendi Manik.
Terkait potensi garam, H. Afgan menyoroti pentingnya peningkatan kualitas produksi di Cendi Manik. Pihaknya berencana memberikan bantuan alat produksi berupa dandang stainless untuk menggantikan drum besi yang selama ini digunakan warga.
“Selama ini garam tradisional mereka agak kemerah-merahan karena pengaruh karat drum, sehingga harganya murah. Dengan dandang stainless, hasil garam akan lebih putih, bersih, dan berkualitas industri. Bahkan saat ini, garam Cendi Manik sudah diambil oleh PDAM untuk proses pengolahan air minum,” jelasnya.
Pemerintah memastikan bahwa layanan Kios Pangan Murah akan terus berlanjut secara permanen dan tidak terbatas pada momen Ramadan saja. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, kios ini beroperasi setiap hari kerja mulai Senin hingga Jumat, pukul 08.00 sampai 15.00 WITA.
Afgan juga membuka pintu bagi pelaku UMKM lain yang ingin menitipkan produknya, seperti camilan atau olahan ikan.
“Silakan titip di sini dari pagi sampai asar. Sorenya mereka bisa lanjut berjualan di area Alun-alun. Kami ingin program ini benar-benar menghidupkan ekonomi kerakyatan,” pungkasnya.





