Minggu, 15 Februari 2026 | 07.32 WITA

MAN Lombok Barat Maksimalkan Pembelajaran Ramadhan 1447 H, Fokus Ibadah dan Pembentukan Karakter

Kepala MAN Lombok Barat H. Kemas Burhan, M.Pd bersama Wakil Kepala Bidang Humas Sahimi, M.Pd saat ditemui di ruang kerja madrasah terkait pelaksanaan program pembelajaran Ramadhan 1447 Hijriah. (Foto istimewa)

Lombok Barat – Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat, H. Kemas Burhan, M.Pd, menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar selama Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah akan difokuskan pada penguatan ibadah, pembiasaan karakter religius, serta pendalaman nilai-nilai keagamaan siswa. Hal tersebut disampaikan saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (14/2/2026).

Ia menjelaskan, seluruh program Ramadan mengacu pada Surat Edaran Bersama (SEB) tiga menteri yang telah ditindaklanjuti pihak madrasah jauh hari sebelumnya melalui perencanaan matang bersama para guru.

“Sejak awal kami sudah menyiapkan desain kegiatan Pembelajaran pada Bulan Suci Ramadhan 1447 H, agar berjalan optimal. Momentum Ramadhan adalah waktu terbaik membentuk karakter dan meningkatkan ketakwaan siswa. Karena itu seluruh aktivitas diarahkan pada pembiasaan ibadah yang konsisten,” ujarnya.

Salah satu program utama adalah pembiasaan siswa datang ke madrasah dalam keadaan sudah berwudhu dari rumah untuk efisiensi waktu dan menjaga kekhusyukan ibadah. Setiap pagi, siswa mengikuti salat Dhuha berjamaah secara istiqamah, dilanjutkan dzikir, doa, serta tausiyah singkat dari guru maupun tokoh agama.

Selain itu, madrasah juga menggelar tadarus dan khataman Al-Qur’an massal setiap hari. Program ini dirancang agar suasana Ramadhan terasa kuat di lingkungan madrasah sekaligus membiasakan siswa berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Agar kegiatan tidak monoton, pihak madrasah turut menghadirkan kuis edukatif dan unjuk talenta bernuansa religi yang tetap selaras dengan nilai keberkahan Ramadhan.

Terkait pengaturan waktu belajar, pihak madrasah mengikuti ketentuan SEB, termasuk jadwal pembelajaran di madrasah, hari belajar mandiri di rumah dengan pendampingan orang tua, serta hari libur nasional. Seluruh jadwal telah disosialisasikan kepada wali murid untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar.

H. Kemas Burhan menegaskan bahwa seluruh program pada Bulan Ramadhan bertujuan membangun kebiasaan baik yang diharapkan berlanjut setelah Ramadhan berakhir.

“Kami ingin pembiasaan ibadah ini tidak berhenti di bulan Ramadhan saja, tetapi menjadi karakter siswa ke depannya. Kami juga memohon kepercayaan orang tua agar bersama-sama membentuk generasi berakhlakul karimah,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala bidang Humas, Sahimi, M.Pd, menjelaskan format kegiatan Ramadhan mencakup salat Dhuha berjamaah, dzikir, tausiyah interaktif, kuis edukatif, serta tadarus dan khatamul Al-Qur’an 30 Juz setiap hari yang melibatkan guru Pembimbing dan seluruh siswa.

Menurutnya, 723 siswa akan dibagi dalam kelompok-kelompok agar pelaksanaan khatamul Qur’an berjalan efektif setiap hari. Kegiatan keagamaan berlangsung pada jam pembelajaran Ramadhan sebagaimana diatur dalam SEB, yakni fokus pada penguatan iman, akhlak, dan pembelajaran esensial.

“Kegiatan ini sebenarnya sudah berjalan tahun sebelumnya, namun tahun ini kami targetkan lebih terstruktur agar setiap hari ada capaian khataman. Tujuannya membangun atmosfer Ramadhan yang kuat sekaligus memperkuat pendidikan karakter,” jelas Sahimi.

Pihak madrasah berharap seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan dapat berjalan lancar dan menjadi momentum pembentukan generasi yang religius, disiplin, dan berakhlak mulia serta mendapat dukungan penuh dari semua wali murid yang ada di Madrasah Aliyah Negeri Lombok Barat serta mempercayakan proses pendidikan anak diserahkan sepenuhnya kepada guru pendidik yang ada dilingkup MAN Lombok Barat.