Kamis, 15 Januari 2026 | 22.48 WITA
NTB  

Proyek Strategis Pemprov NTB Tuntas Jelang HUT ke-67: Jalan Mulus, Irigasi Selesai, Hadiah untuk Masyarakat

Sadimin, Kepala Dinas PUPR NTB, menjelaskan tantangan teknis dan progres pengerjaan sejumlah proyek jalan dan irigasi yang dikebut hingga menjelang HUT NTB ke-67. (Foto: Istimewa)

Mataram – Sejumlah proyek strategis yang dikerjakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memasuki tahap akhir. Pekerjaan infrastruktur jalan dan irigasi yang dikebut dalam dua bulan terakhir diproyeksikan menjadi “kado” untuk masyarakat menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 NTB pada 17 Desember 2025.

Dari tiga paket jalan prioritas yang dikerjakan sejak Oktober lalu, dua di antaranya yakni ruas Tanjung Geres – Pohgading dan Simpang Tano – Seteluk telah mencapai progres lebih dari 90 persen.

“Sudah mulai mulus dan bisa dilewati,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Sadimin, Kamis, 11 Desember 2025. Ia memastikan pekerjaan mayor telah rampung dan kini hanya tersisa pengerjaan minor sebelum peresmian oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.

Tanjung Geres-Pohgading dan Simpang Tano-Seteluk: Waktu Tempuh Terpangkas Drastis

Pada ruas Tanjung Geres – Pohgading, sepanjang 4 kilometer, kondisi jalan yang sebelumnya rusak kini sudah rata dan nyaman dilalui. Waktu tempuh yang biasanya mencapai 20 menit, kini hanya sekitar 5 menit. Proyek ini menelan anggaran Rp28 miliar.

Sementara itu, ruas Simpang Tano – Seteluk, sepanjang 3,8 kilometer dengan nilai Rp32,5 miliar, juga hampir selesai seluruhnya. Jalan yang menjadi akses utama masyarakat Sumbawa Barat itu kini jauh lebih aman dan efisien dilalui kendaraan.

Lenangguar-Lunyuk: Tantangan Geologi Menghambat Progres

Berbeda dengan dua proyek tersebut, pekerjaan di ruas Lenangguar – Lunyuk baru mencapai 70 persen. Permasalahan geologi menjadi penyebab utama keterlambatan. Tanah pada salah satu sisi jalan diketahui sering longsor, sehingga tim harus melakukan pengerasan dan penguatan tebing sebelum pengecoran.

“Saat pengeboran untuk pemasangan besi, terjadi longsor. Area harus dibersihkan dulu agar kualitas cor tidak bermasalah,” jelas Sadimin. Proyek bernilai Rp20 miliar ini termasuk penanganan dua titik tebing yang aktif bergerak. Jika tuntas, akses ini dapat memangkas waktu perjalanan dari Sumbawa Barat menuju Sumbawa hingga lebih dari dua jam.

Tiga Jaringan Irigasi Resmi Rampung

Selain pekerjaan jalan, Pemprov NTB juga merampungkan tiga paket jaringan irigasi dengan total anggaran Rp13,5 miliar. Seluruhnya dinyatakan selesai 100 persen dan siap digunakan. Gubernur Iqbal dijadwalkan meresmikan salah satunya sebagai simbol peresmian proyek infrastruktur sektor sumber daya air.

“Semua jaringan irigasi sudah selesai, tinggal yang kecil-kecil saja,” kata Sadimin. Ia menyebut, keberadaan jaringan irigasi yang berfungsi optimal menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat di beberapa titik wilayah NTB.

Hadiah Infrastruktur untuk Masyarakat NTB

Sadimin menegaskan bahwa fokus Pemprov NTB adalah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama berupa percepatan mobilitas, efisiensi waktu tempuh, dan peningkatan akses wilayah.

“Dengan kondisi jalan yang mulus, perjalanan masyarakat jauh lebih cepat dan aman. Ini yang kami kejar untuk HUT NTB,” tutupnya.

Sejumlah proyek strategis ini tidak hanya menjadi capaian pembangunan tahun 2025, tetapi juga fondasi penting untuk pemerataan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi NTB ke depan.