Kamis, 15 Januari 2026 | 21.13 WITA
NTB  

Pemkab Lombok Barat Siapkan Pembangunan Islamic Center, Dukungan Kemenag Jadi Syarat Utama

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Lombok Barat, I Gusti Putu Edhi Rustandi, saat menjelaskan progres pembangunan Islamic Center Lombok Barat. (Foto: Istimewa)

Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Barat terus mematangkan tahapan pembangunan Islamic Center Kabupaten Lombok Barat. Salah satu langkah awal yang telah dilakukan adalah kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan terkait rencana pembangunan fasilitas keagamaan tersebut .

Islamic Center Lombok Barat dirancang sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, dan kebudayaan Islam yang representatif. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat menjadi ikon baru sekaligus pusat aktivitas umat Islam di Lombok Barat.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Lombok Barat, I Gusti Putu (IGP) Edhi Rustandi, menjelaskan bahwa saat ini tahapan krusial yang sedang diproses adalah pemenuhan persyaratan rekomendasi dari Kementerian Agama. Rekomendasi tersebut nantinya menjadi dasar bagi Kementerian PUPR dalam mengalokasikan anggaran pembangunan.

“Untuk Islamic Center ini memang dibutuhkan rekomendasi dari Kementerian Agama. Rekomendasi tersebut menjadi dasar bagi Kementerian PUPR untuk penganggaran pembangunan,” ujar Edhi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/12).

Ia menjelaskan, salah satu syarat utama penerbitan rekomendasi Kemenag adalah dukungan tertulis dari minimal 90 jemaah serta 60 tokoh agama dan tokoh masyarakat. Dari persyaratan tersebut, dukungan jemaah telah terpenuhi, sementara pendataan dan pengumpulan dukungan dari 60 tokoh agama dan masyarakat masih dalam proses.

“Yang belum kami kerjakan sekarang adalah pengumpulan dukungan dari 60 tokoh agama dan tokoh masyarakat. Rencananya akan dijadwalkan dalam waktu dekat, kemungkinan minggu ini,” jelasnya .

Edhi menambahkan, para tokoh yang dimintai dukungan tidak terbatas hanya di wilayah sekitar Giri Menang, tetapi dapat berasal dari seluruh wilayah Kabupaten Lombok Barat. Proses pendataan dilakukan secara langsung karena membutuhkan kelengkapan administrasi seperti KTP sebagai bagian dari persyaratan rekomendasi Kemenag.

Selain aspek administratif, pemerintah daerah juga telah memulai tahapan pengadaan lahan. Berdasarkan hasil konsultasi publik, terdapat sekitar 12 pemilik tanah yang lahannya direncanakan menjadi lokasi Islamic Center dengan luas mencapai 3,8 hektare. Seluruh pemilik lahan telah menyatakan persetujuannya terhadap rencana pelepasan tanah tersebut.

“Konsultasi publik sudah kita lakukan, dan 12 pemilik tanah yang ada di lokasi semuanya sepakat. Saat ini masih tahap awal, belum masuk pembahasan harga,” ungkap Edhi .

Ia menjelaskan, penetapan harga lahan nantinya akan dilakukan oleh pihak ketiga melalui jasa appraisal independen setelah terbitnya Surat Keputusan Penetapan Lokasi (SK Penlok) dari Bupati Lombok Barat. Proses pengadaan lahan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, Badan Pertanahan Nasional (BPN), hingga Kejaksaan.

Terkait anggaran pembangunan, Edhi menyebutkan bahwa berdasarkan perhitungan awal, kebutuhan dana pembangunan gedung Islamic Center diperkirakan mencapai sekitar Rp300 miliar. Sementara untuk tahap awal pada tahun mendatang, fokus diarahkan pada pengadaan dan pematangan lahan, termasuk pekerjaan pengurugan yang diperkirakan juga memerlukan anggaran cukup besar.

“Ini proyek besar dan menjadi bagian dari proyek strategis. Karena itu seluruh persyaratan administrasi, termasuk kesiapan lahan dan Detail Engineering Design (DED), harus benar-benar dipenuhi,” tegasnya .

Edhi berharap pembangunan Islamic Center Lombok Barat mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keberadaan Islamic Center merupakan kebutuhan yang telah lama dinantikan dan akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Lombok Barat.

“Harapan kami tentu dukungan dari semua masyarakat. Ini untuk kepentingan bersama, dan dari respons masyarakat sejauh ini, mayoritas mendukung penuh rencana pembangunan Islamic Center ini,” pungkasnya .