Kamis, 15 Januari 2026 | 22.48 WITA
NTB  

Kejari Mataram Gandeng Putri Indonesia NTB, Dorong Generasi Muda Lawan Korupsi di Hakordia 2025

Para pemenang Lomba Video Kreatif berpose bersama Putri Indonesia NTB 2024 dan perwakilan Kejari Mataram usai menerima penghargaan pada peringatan Hakordia 2025. (Foto: Istimewa)

Mataram – Upaya membangun fondasi antikorupsi di kalangan generasi muda mendapat warna baru tahun ini. Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram menggelar rangkaian kegiatan edukatif dalam momentum Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 dengan menggandeng Putri Indonesia NTB 2024, Ni Nyoman Putri Ayu Diana, untuk ikut menyuarakan pentingnya integritas sejak usia sekolah.

Melalui dua kompetisi besarLomba Video Kreatif dan Lomba Pidato Antikorupsi Kejari Mataram mengajak para pelajar SMA/SMK se-Lombok untuk melihat korupsi dari perspektif anak muda. Langkah ini merupakan bentuk komitmen Kajari Mataram, Dr. Gde Made Pasek Swardhyana, dalam memastikan gerakan antikorupsi tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar meresap ke ruang-ruang pendidikan.

Gaungkan Semangat “Suara Muda Lawan Korupsi”

Mengusung tema besar “Suara Muda Lawan Korupsi”, ajang ini menjadi magnet bagi pelajar dari tiga wilayah hukum Kejari Mataram, Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Utara. Antusiasme terlihat dari partisipasi 15 sekolah terkemuka yang mengirimkan karya terbaik mereka, baik berupa video kampanye digital maupun pidato bertema integritas.

Sekolah tersebut meliputi SMAN 3 Mataram, SMAN 5 Mataram, SMAN 6 Mataram, SMAN 9 Mataram, MAN 1 dan MAN 2 Mataram, SMA IT Anak Sholeh Mataram, SMKN 1 Lembar, SMKN 1 Gerung, SMAN 1 Sekotong, SMAN 1 Labuapi, SMAN 1 Kayangan, SMKN 1 Gangga, hingga SMAN 1 Tanjung.

“Generasi muda adalah titik awal perubahan. Ketika karakter mereka dibangun dengan integritas, maka akar korupsi bisa kita potong sejak dini,” ujar Kajari Made.

Persaingan Ketat, Kreativitas Tinggi

Pada kategori pidato, 10 finalis tampil meyakinkan di hadapan dewan juri yang terdiri dari unsur akademisi, Dinas Dikbud NTB, Dinas Kominfo Kota Mataram, hingga Kejari Mataram sendiri. Para peserta dinilai dari kekuatan naskah, penguasaan panggung, serta kemampuan menyampaikan pesan secara persuasif.

Sementara kategori video kreatif diikuti 12 peserta, menghadirkan karya visual yang memadukan pesan moral dengan kreativitas khas generasi digital. Ragam gaya penyajian mulai dokumenter pendek, kampanye kreatif, hingga monolog sinematik menjadi bukti bahwa isu korupsi mampu disentuh dengan cara yang segar.

Putri Indonesia NTB 2024 bersama jajaran Dewan Juri dan para finalis mengikuti rangkaian Lomba Pidato dan Video Kreatif Antikorupsi dalam peringatan Hakordia 2025 di Aula Kejari Mataram. (Foto: Istimewa)

Keterlibatan Putri Indonesia NTB 2024 turut memberi semangat kepada para peserta. Kehadirannya dianggap sebagai representasi anak muda yang aktif, berprestasi, dan menjunjung nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.

Inilah Para Juara yang Memancarkan Harapan Baru

Setelah proses penjurian yang ketat, berikut para pemenang:

Lomba Video Kreatif

Juara I – Rifadin Zikri Rahmjan dkk (SMAN 6 Mataram)

Juara II – I Made Dimastra Dwi Kusuma dkk (SMAN 5 Mataram)

Juara III – Waled Abdelillah (SMAN 5 Mataram)

Video Favorit – Baiq Nabila Trina Agustin (MAN 1 Mataram)

Lomba Pidato Antikorupsi

Juara I – Diaz Fashhma Sangadjie (MAN 1 Mataram)

Juara II – Naura Kharisma (SMA IT Anak Sholeh Mataram)

Juara III – —

Para juara bukan hanya menerima piagam, hadiah pembinaan, dan souvenir, tetapi juga mendapatkan kehormatan khusus. Kajari Mataram secara resmi menetapkan para juara pidato sebagai Duta Anti Korupsi 2025, yang akan dilibatkan dalam program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) 2026 dan berbagai agenda penyuluhan hukum lainnya.

Menuju Gerakan Tahunan yang Lebih Besar

Keberhasilan gelaran tahun ini membuat Kejari Mataram bertekad menjadikan kompetisi ini sebagai agenda rutin. Ke depan, cakupan peserta akan diperluas, kualitas lomba ditingkatkan, dan ruang edukasi antikorupsi diperbanyak agar semakin banyak pelajar NTB memahami pentingnya membangun bangsa tanpa praktik korupsi.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi gerakan yang berkelanjutan. Tidak berhenti pada perayaan Hakordia, tetapi terus menggelinding menjadi budaya integritas di sekolah-sekolah,” tegas Kajari.

Gerakan ini menjadi bukti bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya urusan aparat penegak hukum, tetapi juga gerakan bersama. Dan dari Mataram, suara muda kembali lantang menyuarakan: “Kami siap melawan korupsi!”