Lombok Barat -PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar menyatakan kesiapannya dalam mengawal kelancaran arus mudik dan balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Berbagai langkah strategis telah disiapkan, mulai dari penyediaan armada kapal hingga pemberlakuan diskon tarif tiket bagi pengguna jasa.
General Manager ASDP Cabang Lembar, Handoyo Priyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiagakan puluhan armada untuk melayani rute Lembar–Padangbai.
“Untuk kesiapan kapal, saat ini ada 24 kapal secara total. Sebanyak 20 kapal dalam kondisi ready operasi, sementara 4 kapal lainnya masih menjalani proses docking (perawatan rutin),” ujar Handoyo saat memberikan keterangan pers di Pelabuhan Lembar.
Selain armada, ASDP juga telah mendirikan Posko Terpadu Nataru yang mulai aktif secara penuh pada 20 Desember 2025. Posko ini merupakan bentuk sinergi lintas instansi yang melibatkan Polri, TNI, KSOP, BPTD, Basarnas, hingga pihak asuransi guna menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang.
Kabar baik bagi masyarakat yang akan bepergian, pemerintah melalui kerja sama antara Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, dan ASDP memberikan program diskon tarif tiket rata-rata sebesar 6,5%.
Program ini berlaku mulai 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Namun, Handoyo menekankan bahwa diskon ini hanya berlaku untuk kategori tertentu.
- Berlaku untuk: Kendaraan roda dua, mobil pribadi (kendaraan penumpang), dan bus.
- Tidak Berlaku untuk: Kendaraan logistik atau truk.
“Diskon ini sebenarnya dikenakan pada biaya pas masuk pelabuhan. Karena kita menggunakan sistem tiket terpadu, maka potongan tersebut langsung terakumulasi dalam harga tiket yang dibayar konsumen,” jelasnya.
Prediksi Lonjakan dan Imbauan Cuaca
Terkait pergerakan penumpang, pihak ASDP melaporkan bahwa kondisi di Pelabuhan Lembar saat ini masih terpantau normal. Lonjakan volume kendaraan dan penumpang diprediksi baru akan mulai terlihat pada hari Sabtu (20/12).
Menutup keterangannya, Handoyo memberikan imbauan khusus terkait faktor cuaca ekstrem yang sering terjadi di akhir tahun.
“Harapan kami cuaca mendukung agar perjalanan pengguna jasa tidak terganggu. Namun, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Jika melihat kondisi cuaca kurang baik, lebih baik menunda keberangkatan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.





