Kamis, 15 Januari 2026 | 21.27 WITA
NTB  

Hujan Jadi Tantangan, PUPR Lobar Tetap Targetkan Proyek Infrastruktur Rampung

Sekretaris Dinas PUPR Lombok Barat, Lalu Ratnawi, memberikan penjelasan terkait progres dan penyelesaian proyek infrastruktur tahun 2025 di Lombok Barat. (Foto: Istimewa)

Lombok Barat – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) optimistis paket pembangunan infrastruktur dikerjakan pada tahun 2025 dapat diselesaikan sesuai target, meski menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, terutama faktor cuaca.

Salah satu proyek strategis yang saat ini masih berlangsung adalah pembangunan jembatan di belakang Pendopo Bupati Lobar. Proyek tersebut telah memperoleh perpanjangan waktu pelaksanaan selama 50 hari dan hingga kini pekerjaan di lapangan tetap berjalan.

Sekretaris Dinas PUPR Lombok Barat, Lalu Ratnawi, saat ditemui diruangannya, Senin (15/12/25), menjelaskan bahwa perpanjangan waktu diberikan sesuai ketentuan kontrak karena masih terdapat sisa pekerjaan yang harus diselesaikan.

“Perpanjangan waktu 50 hari sudah diberikan dan saat ini masih dalam proses pekerjaan. Sisa pekerjaannya tinggal sedikit, dan kontrak perpanjangan masih berjalan,” ujar Lalu Ratnawi.

Ia menegaskan bahwa proyek jembatan tersebut tidak dihentikan dan Dinas PUPR terus melakukan pemantauan secara berkala. Pihaknya juga berharap kondisi cuaca dapat mendukung agar percepatan pekerjaan dapat dilakukan secara optimal.

Selain proyek jembatan, Dinas PUPR Lobar juga tengah mempercepat penyelesaian sejumlah paket pekerjaan infrastruktur lainnya. Lalu Ratnawi menyampaikan bahwa jika terdapat pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan tepat waktu, maka akan diterapkan mekanisme sesuai regulasi, berupa perpanjangan waktu yang disertai sanksi denda.

“Apabila waktu pelaksanaan habis dan masih ada sisa pekerjaan, maka perpanjangan waktu dan denda akan diterapkan. Itu sudah diatur dalam ketentuan, namun harapan kami seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai progres,” jelasnya.

Untuk sektor infrastruktur jalan, Lalu Ratnawi mengungkapkan bahwa peningkatan ruas jalan Batu Kute–Kramajaya yang menghubungkan Kecamatan Labuapi dengan Narmada saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Sementara itu, pekerjaan di ruas jalan Aik Ampat, Gerung, masih menyisakan penyelesaian saluran drainase.

Ia menjelaskan, genangan air yang sempat terlihat di lokasi Ai Ampat terjadi karena saluran menuju sungai belum dapat difungsikan sepenuhnya, lantaran masih berlangsung proses perbaikan serta pemindahan jaringan pipa.

“Setelah pekerjaan di ujung saluran selesai, aliran air akan kembali normal. Saat ini masih dalam tahap pengerjaan,” terangnya.

Dinas PUPR Lobar juga menyampaikan apresiasi terhadap kritik dan masukan dari rekan-rekan media yang dinilai konstruktif. Masukan tersebut dijadikan bahan evaluasi untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, baik dari aspek kualitas, volume, maupun kerapian.

Meski dihadapkan pada keterbatasan waktu di penghujung tahun, Lalu Ratnawi menegaskan pihaknya tetap optimistis seluruh paket pekerjaan dapat diselesaikan. Namun, percepatan pekerjaan tidak boleh mengorbankan kualitas hasil pembangunan.

“Kami mendorong percepatan dengan penambahan tenaga kerja dan pengaturan ritme kerja, tetapi tetap harus sesuai standar dan spesifikasi konstruksi. Pekerjaan tidak boleh asal cepat karena akan menjadi dasar pemeriksaan dan audit,” pungkasnya.

Dinas PUPR Lobar memastikan akan terus mengawal pelaksanaan seluruh proyek infrastruktur agar berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.