Lombok Barat – Peringatan Hari Bhakti PUPR ke-80 di Lombok Barat tahun ini tidak sekadar seremoni. Dengan mengusung tema “Peduli Bumi dan Sosial”, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Barat menghadirkan rangkaian kegiatan yang menyentuh dua aspek penting pembangunan berkelanjutan: pelestarian lingkungan dan kepedulian sosial.
Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi dipilih sebagai pusat kegiatan bukan tanpa alasan. Selain menjadi ikon infrastruktur strategis, kawasan ini kini disiapkan menjadi ruang hijau baru melalui penanaman 1.000 pohon buah serta pelepasan 25.000 bibit ikan. Aksi ini akan dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan pemulihan ekosistem.
Sekretaris Dinas PUPR Lombok Barat, Lalu Ratnawi, mengungkapkan bahwa penanaman pohon buah dipilih agar memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus bagi wisatawan yang datang ke Bendungan Meninting.
“Kami sudah koordinasi dengan Kepala BWS NTB I terkait penentuan titik penanaman. Sementara pelepasan bibit ikan diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan bagi masyarakat sekitar bendungan,” jelasnya, Selasa 25 November 2025.
Tak hanya fokus pada kawasan bendungan, PUPR Lobar juga menurunkan tim untuk melakukan pembersihan saluran drainase di sekitar Pasar Gerung. Langkah ini merupakan antisipasi menghadapi puncak musim hujan, sekaligus memastikan akses pasar tetap bersih dan aliran air berjalan lancar guna mencegah genangan.
Rangkaian Hari Bhakti tahun ini turut diperkaya dengan kegiatan sosial berupa penyerahan santunan kepada anak yatim piatu. Donasi yang dihimpun dari para pegawai PUPR akan disalurkan ke tiga panti asuhan yang mewakili wilayah Lombok Barat bagian utara, tengah, dan selatan.
Melalui kombinasi kegiatan lingkungan dan sosial, PUPR Lombok Barat menjadikan peringatan Hari Bhakti ke-80 bukan hanya momentum seremonial, tetapi sebuah gerakan bersama untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.





