Sabtu, 17 Januari 2026 | 10.05 WITA
NTB  

Apel Pagi Kanwil Kemenag NTB Tandai Peralihan ASN ke Kementerian Haji dan Umroh

Suasana apel pagi ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi NTB yang menandai peralihan pegawai ke Kementerian Haji dan Umroh. (Foto: Istimewa)

Mataram – Langit mendung dan hujan gerimis yang turun perlahan di Mataram pagi itu menghadirkan suasana sendu namun khidmat. Ratusan ASN dari dua kementerian berdiri bersama dalam satu barisan, mengikuti apel pagi yang akan tercatat sebagai momen bersejarah dalam dinamika birokrasi keagamaan di Nusa Tenggara Barat.

Apel rutin yang digelar di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi NTB ini dipimpin oleh Kepala Bagian TU, H. Fathurrahman, dengan pendampingan Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umroh Provinsi NTB, H. Muhammad Amin. Berbeda dari apel sebelumnya, pagi itu diwarnai nuansa emosional yang kuat, terutama bagi ASN eks Bidang PHU yang akan segera berpisah dari rumah lamanya.

Dalam arahannya, H. Fathurrahman secara terbuka menyampaikan fakta penting terkait peralihan pegawai. Sebanyak 46 ASN akan resmi beralih dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umroh, ditambah 16 ASN dari BPJPH. Angka-angka tersebut bukan sekadar data administratif, melainkan representasi dari perubahan besar dalam sistem pelayanan haji dan umrah nasional.

Perubahan ini menandai komitmen pemerintah untuk memperkuat tata kelola penyelenggaraan ibadah haji dan umrah secara lebih fokus, profesional, dan terintegrasi. Bagi para ASN, peralihan tersebut menghadirkan tantangan baru sekaligus peluang untuk berkontribusi lebih luas dalam pelayanan umat.

Momen paling menyentuh terjadi saat H. Muhammad Amin menyampaikan pidato terakhirnya di hadapan ASN Kanwil Kemenag NTB. Dengan nada penuh ketulusan, ia menyampaikan terima kasih atas kebersamaan, dedikasi, dan kerja keras yang telah terjalin selama masa pengabdiannya.
“Kita boleh berpisah secara struktural, tetapi semangat pelayanan dan kebersamaan harus tetap hidup,” ujarnya.

Apel tersebut menjadi ruang simbolik peralihan estafet pengabdian. Setelah bertahun-tahun mengabdi dalam satu atap, para ASN eks PHU kini bersiap melangkah ke fase baru dengan menempati kantor di Asrama Haji Lingkar Selatan Mataram. Di sanalah, sejarah baru akan ditulis dengan semangat yang sama, namun dalam peran dan tanggung jawab yang berbeda.

Prosesi salam-salaman di akhir apel menjadi penanda bahwa perpisahan tidak selalu tentang kehilangan, melainkan tentang keberanian untuk melangkah maju demi pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.