Minggu, 25 Januari 2026 | 12.16 WITA
Ekobis  

ASDP Pastikan Lintasan Kayangan-Poto Tano Aman Dilintasi, Cuaca Malam Ini Kondusif

KMP Belida berlayar di lintasan Kayangan-Poto Tano dengan kondisi laut relatif kondusif, berdasarkan laporan cuaca ASDP Kayangan pada Sabtu (24/1/2026). (Foto: Istimewa)

Kayangan – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kayangan memastikan aktivitas penyeberangan lintas Kayangan–Poto Tano tetap berjalan normal pada Sabtu malam (24/1/2026), setelah sempat diberlakukan sistem buka tutup pelayaran dalam dua hari terakhir akibat cuaca kurang bersahabat.

Kondisi ini didasarkan pada laporan cuaca dan pelayaran dari kapal KMP Belida yang berlayar dari Pelabuhan Kayangan menuju Poto Tano pada pukul 19.15 Wita. Berdasarkan laporan nakhoda, kapal berada di koordinat 08° 28’ 650” Lintang Selatan – 116° 41’ 820” Bujur Timur dengan kecepatan 5,9 knot.

Dalam laporan tersebut disebutkan, arah angin berasal dari selatan dengan kecepatan rendah, tinggi gelombang sekitar 0,5 meter, arus laut bergerak ke arah utara, kondisi cuaca berawan, serta jarak pandang dinyatakan normal.

Perwakilan manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kayangan, Erlisetya Wahyudi, menyampaikan bahwa untuk saat ini operasional pelabuhan berlangsung seperti biasa karena kondisi perairan relatif aman.

“Untuk saat ini Pelabuhan Kayangan beroperasi normal. Cuaca terpantau cukup baik dan mendukung aktivitas pelayaran,” ujarnya.

Buka Tutup Sesuai Arahan Regulator

Erlisetya menjelaskan bahwa kebijakan buka tutup pelayaran yang diterapkan dalam dua hari terakhir merupakan keputusan regulator berdasarkan pertimbangan keselamatan.

“Dalam dua hari kemarin, operasional dilakukan buka tutup sesuai perintah regulator, karena cuaca sempat tidak stabil,” katanya.

Kebijakan tersebut dinilai penting untuk mencegah risiko kecelakaan laut, sekaligus menjaga keamanan penumpang, awak kapal, dan kendaraan yang menyeberang.

Informasi Disampaikan ke Penumpang

ASDP Kayangan memastikan seluruh informasi terkait operasional pelayaran disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Pengumuman dilakukan melalui pengeras suara atau sistem public address di area pelabuhan.

“Himbauan dan informasi kondisi pelayaran kami sampaikan langsung kepada penumpang melalui pengeras suara di pelabuhan,” ujar Erlisetya.

Langkah ini bertujuan agar pengguna jasa dapat mengantisipasi jadwal keberangkatan dan tidak terjebak ketidakpastian.

Masih Masa Waspada Cuaca Ekstrem

Meski kondisi cuaca saat ini relatif kondusif, ASDP mengingatkan bahwa wilayah Nusa Tenggara Barat masih berada dalam periode potensi cuaca ekstrem sesuai peringatan BMKG pada 20–26 Januari 2026.

BMKG sebelumnya mengimbau masyarakat mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang yang berpotensi memicu gangguan pelayaran dan gelombang tinggi di sejumlah perairan NTB.

ASDP menegaskan akan terus memantau perkembangan cuaca secara berkala.

“Jika kondisi kembali memburuk, maka operasional pelayaran akan kembali disesuaikan demi keselamatan,” tutup Erlisetya.