Jakarta – Transformasi pengelolaan wakaf di Indonesia memasuki babak baru. Bank NTB Syariah bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) meluncurkan kolaborasi strategis untuk mempercepat adopsi wakaf uang berbasis digital, sebagai bagian dari Gerakan Indonesia Berwakaf.
Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam modernisasi sistem wakaf nasional. Di tengah kebutuhan akan pembiayaan sosial yang berkelanjutan, wakaf uang dinilai mampu menjadi solusi alternatif yang fleksibel dan berdampak luas.
Penandatanganan yang berlangsung di Gedung Bayt Al Qur’an menunjukkan keseriusan kedua pihak dalam membangun ekosistem wakaf yang lebih profesional dan terintegrasi. Dengan melibatkan sektor perbankan, pengelolaan wakaf kini diharapkan semakin transparan dan akuntabel.
Direktur Dana dan Jasa Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, menilai bahwa digitalisasi adalah kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat.
“Kami ingin menghapus hambatan dalam berwakaf. Melalui QRIS dan sistem digital lainnya, masyarakat bisa berwakaf kapan saja dan di mana saja,” katanya.
Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kemudahan akses, tetapi juga membuka peluang optimalisasi dana wakaf agar lebih produktif. Dana yang terkumpul dapat dikelola untuk berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga sosial kemasyarakatan.
Program-program yang disiapkan dalam kerja sama ini pun terbilang komprehensif. Selain distribusi QRIS secara nasional, terdapat pula program Wakaf Uang Penyuluh yang menyasar seluruh provinsi, serta Wakaf ASN Kementerian Agama yang diintegrasikan melalui aplikasi digital.
Yang menarik, sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama. Melalui program Wakaf Uang Sekolah, Bank NTB Syariah menyediakan fasilitas Virtual Account bagi lembaga pendidikan keagamaan, membuka peluang besar bagi generasi muda untuk terlibat dalam gerakan wakaf sejak dini.
Dengan strategi ini, wakaf uang tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu, tetapi menjadi gerakan kolektif yang inklusif dan berdaya dorong tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi umat.





