Jumat, 16 Januari 2026 | 12.09 WITA
NTB  

Tak Sekadar Tinjau, Gubernur NTB Janjikan Rumah Sehat dan Beasiswa bagi Korban Banjir Lombok Tengah

Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal menyerahkan bantuan kebutuhan dasar kepada warga terdampak banjir, disaksikan Gubernur NTB dan jajaran terkait. (Foto: Istimewa)

Lombok Tengah – Banjir yang melanda wilayah selatan Lombok Tengah bukan hanya menyisakan genangan air, tetapi juga membuka fakta pahit tentang kerentanan hunian warga di bantaran sungai. Fakta inilah yang mendorong Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal turun langsung meninjau Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Rabu (14/1).

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Gubernur menyaksikan langsung kondisi rumah warga yang tidak memenuhi standar kesehatan, bahkan sebelum banjir datang. Salah satu keluarga yang ditemui tinggal di bangunan seadanya, tanpa dinding permanen, dengan atap rapuh yang tak mampu melindungi dari hujan.

Keprihatinan itu langsung direspons dengan kebijakan nyata. Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen membangun hunian layak bagi warga terdampak, khususnya keluarga yang selama ini tinggal di rumah tidak sehat. “Kita tidak bisa membiarkan warga hidup dalam kondisi seperti ini. Negara harus hadir, terutama saat musibah,” ujar Gubernur.

Lebih jauh, perhatian pemerintah juga diarahkan pada keberlangsungan pendidikan anak-anak korban banjir. Gubernur memastikan beasiswa pendidikan akan diberikan agar mereka tetap bersekolah dan tidak menjadi korban lanjutan dari bencana alam.

Dalam kesempatan tersebut, Baznas Provinsi NTB turut menyalurkan bantuan darurat berupa paket sembako dan perlengkapan bayi untuk meringankan beban warga. Bantuan ini diharapkan dapat membantu kebutuhan dasar warga sembari menunggu proses pemulihan berjalan.

Gubernur juga menyoroti penyebab banjir yang berulang, yakni tingginya sedimentasi pasir dan lumpur di alur sungai. Ia memastikan alat berat akan segera diturunkan untuk melakukan pengerukan. Menariknya, material pasir hasil pengerukan akan diberikan kepada warga untuk dimanfaatkan sebagai bahan bangunan atau sumber tambahan ekonomi.

Data sementara mencatat, banjir di Lombok Tengah berdampak pada dua kecamatan. Desa Kabul mencatat sekitar 250 kepala keluarga terdampak dengan jumlah rumah terendam mencapai 250 unit. Sementara di Desa Montong Ajang terdapat sekitar 50 kepala keluarga terdampak. Banjir juga menggenangi wilayah Selong Belanak di Kecamatan Praya Barat. Pendataan lanjutan masih terus dilakukan oleh tim reaksi cepat.