Lombok Barat – Dinas PUPR Lombok Barat memastikan proyek peningkatan Jalan Lendang Re–Menjut di Kecamatan Sekotong tetap dikawal hingga selesai, meskipun pelaksanaannya berlangsung di penghujung tahun anggaran dengan waktu yang relatif terbatas.
Melalui Kepala Bidang Bina Marga, Ahmad Fathoni, ST, PUPR Lombok Barat menjelaskan bahwa proyek ini dilaksanakan sebagai respons atas kondisi ruas jalan yang rusak berat dan sering menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas. Selain itu, jalan tersebut merupakan jalur alternatif penting yang menghubungkan Desa Kedaro dengan Sekotong Tengah, dengan tingkat lalu lintas harian yang cukup tinggi.
Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp6.513.285.113,97 dan dilaksanakan dalam jangka waktu 60 hari kalender, setelah ditetapkan melalui APBD Perubahan 2025. PUPR Lombok Barat mengakui bahwa waktu pelaksanaan tergolong singkat, namun menyatakan progres fisik yang telah mencapai sekitar 40 persen sebagai hasil kerja yang tetap dijaga sesuai ketentuan teknis.
Dalam pelaksanaan, pengawasan dilakukan melalui personel teknis dinas dan konsultan pengawas. Setiap material yang digunakan juga diwajibkan memenuhi spesifikasi yang berlaku. Terkait temuan DPRD Lombok Barat saat inspeksi lapangan, khususnya mengenai material yang dinilai tidak sesuai, PUPR menyatakan telah melakukan koreksi dan penggantian sesuai standar.
Proyek ini dikerjakan oleh PT Karya Perdana Development. PUPR Lombok Barat menegaskan bahwa kontraktor tetap diberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan dengan mekanisme perpanjangan waktu yang disertai denda, tanpa pengecualian, sebagai bentuk komitmen terhadap akuntabilitas.
Sementara itu, DPRD Lombok Barat melalui Komisi III terus menjalankan fungsi pengawasan agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana dan hasilnya dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Sekotong.
PUPR Lombok Barat berharap, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, kontraktor, dan masyarakat dapat memastikan proyek ini selesai dengan kualitas yang baik dan memberikan dampak positif bagi keselamatan serta mobilitas warga.





