Lombok Barat – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Barat (Lobar optimistis mampu memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2025. Hingga awal Desember, realisasi PAD telah mencapai 96,87% dari total target Rp216,48 miliar, atau senilai Rp209,71 miliar.
Kepala Bapenda Lombok Barat, H. Muhammad Adnan, S.Sos, saat ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan bahwa capaian tersebut menunjukkan tren positif, terutama pada sektor pajak daerah yang bahkan sudah melampaui target.
Menurut Adnan, dari target pajak daerah sebesar Rp207 miliar, realisasi hingga kemarin telah menembus Rp208 miliar lebih, atau 100,57%.
“Khusus pajak, target kita 207 miliar lebih, realisasinya sudah 208 miliar lebih. Artinya sudah melampaui,” ujarnya.
Bapenda menargetkan realisasi PAD secara keseluruhan dapat mencapai 100% pada akhir Desember 2025, meski masih menyisakan sekitar 3%.
Capaian PAD OPD di luar sektor Bapenda telah mencapai lebih dari 91%, sebuah performa yang patut diapresiasi. Untuk mencapai target total realisasi PAD Lombok Barat, kontribusi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), terutama rumah sakit dan puskesmas, perlu dioptimalkan sehingga realisasi keseluruhan dapat segera melampaui angka 90%.
Adnan berharap BLUD dapat meningkatkan kinerjanya pada sisa waktu 2025.
“Mudah-mudahan BLUD maksimal, sehingga bisa mendekati 100%,” katanya.
Untuk pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) yang dikelola Samsat Provinsi, capaian juga menunjukkan hasil menggembirakan.
- PKB: 88%
- BBNKB: 100% lebih
Namun, beberapa jenis pajak masih diperkirakan tidak akan mencapai target, seperti pajak hiburan, parkir, sarang walet, dan Pajak Penerangan Jalan (PPJ). Adnan menjelaskan PPJ tergerus akibat kebijakan diskon 50% pada Januari, yang berdampak pada penurunan pendapatan Februari–Maret.
Adnan menegaskan bahwa pihaknya terus menggali potensi pendapatan baru. Menurutnya, target PAD tahun 2026 akan naik signifikan, sekitar Rp50 miliar.
“Kenaikan target ini menjadi motivasi bagi kami. Masih banyak potensi yang bisa digali untuk tahun ini maupun tahun depan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bapenda juga menjelaskan capaian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui program Gebyar Pajak yang digelar bersamaan dengan Car Free Night (CFN).
Program tersebut terbukti efektif. Dari target Rp30 miliar, realisasi PBB telah mencapai Rp29,75 miliar, atau lebih dari 99%.
“Alhamdulillah capaian PBB sudah 99% lebih. Tinggal sedikit lagi untuk mencapai 100% di Desember ini,” ujar Adnan.
Ia membandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang hanya menyentuh 74%, atau sekitar Rp22 miliar.
Untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak, Bapenda memberikan berbagai hadiah bagi pembayar PBB, di antaranya:
- Hadiah utama: 1 unit sepeda motor
- Sepeda listrik
- Televisi
- Telepon genggam
Hadiah utama tahun ini dimenangkan oleh warga Gerung.
Adnan mengakui masih ada kendala dalam penarikan PBB, terutama lahan yang pemiliknya tinggal di luar daerah.
“Ini menjadi kendala kami dalam komunikasi dan penarikan pajak. Tapi kami tetap terus berupaya,” jelasnya.
Sebagai penutup, Adnan berharap tingkat kesadaran masyarakat dalam membayar pajak terus meningkat.
“Semoga masyarakat makin sadar untuk memenuhi kewajibannya. PBB menjadi penopang penting PAD kita,” tutupnya.





