Jumat, 8 Mei 2026 | 02.50 WITA
Ekobis  

PLN NTB Tanam 4.000 Mangrove di Lombok Timur, Perkuat Benteng Pesisir Hadapi Perubahan Iklim

PLN UIW NTB bersama masyarakat melakukan penanaman 4.000 bibit mangrove di kawasan TWA Kramat Suci, Desa Sugian, Lombok Timur, Rabu (30/4), dalam rangka peringatan Hari Bumi 2026. (Dok. PLN)

LOMBOK TIMUR – Hamparan pesisir Desa Sugian, Lombok Timur, kini menjadi saksi tumbuhnya harapan baru. Dalam rangka Hari Bumi 2026, PLN UIW NTB bersama masyarakat setempat menanam 4.000 bibit mangrove sebagai bagian dari gerakan konservasi lingkungan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi lanjutan dari program sebelumnya di Jerowaru, mempertegas keseriusan PLN dalam membangun ekosistem pesisir yang tangguh. Melalui program TJSL bertajuk Roots of Energy, PLN tidak hanya menghadirkan solusi energi, tetapi juga solusi lingkungan.

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Pade Angen, Herman, menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif masyarakat.

“Yang paling penting bukan hanya menanam, tapi merawat. Kami berkomitmen memastikan mangrove ini tumbuh dan memberi manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Mangrove memiliki peran vital sebagai penyangga ekosistem pesisir. Selain melindungi garis pantai dari abrasi, tanaman ini juga menjadi habitat berbagai biota laut serta berfungsi sebagai penyerap karbon alami.

PLN melihat upaya ini sebagai bagian dari kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek perubahan iklim dan pelestarian ekosistem laut dan daratan.

Sri Heny Purwanti menyebut bahwa momentum Hari Bumi menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk mengambil peran aktif dalam menjaga bumi.

“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau perusahaan, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Dengan luas sasaran mencapai 7,46 hektare, program ini diharapkan mampu mengubah wajah pesisir Desa Sugian menjadi kawasan yang lebih hijau, produktif, dan tahan terhadap tekanan lingkungan.