Kamis, 14 Mei 2026 | 19.41 WITA

FBMB UNDIKMA Gandeng TEFLIN NTB, Buka Peluang Kolaborasi Akademik hingga Internasional

Penandatanganan MoA antara FBMB UNDIKMA dan TEFLIN Chapter NTB sebagai langkah penguatan kolaborasi akademik dan publikasi ilmiah. (Foto: istimewa)

MATARAM – Fakultas Budaya Manajemen dan Bisnis Universitas Pendidikan Mandalika resmi menjalin kerja sama dengan TEFLIN Chapter NTB melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang dilaksanakan pada Senin 11 Mei 2026 lalu. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan akademik, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat di lingkungan kampus.

Dekan Fakultas Budaya Manajemen dan Bisnis (FPMB) UNDIKMA, Dra. Sri Sukarni, M.Pd, menegaskan bahwa kolaborasi tersebut mencakup berbagai ruang lingkup penting dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya bidang Bahasa Inggris dan peningkatan kapasitas akademik.

“Kerja sama kami bersama TEFLIN Chapter NTB meliputi penyelenggaraan seminar, konferensi, webinar, workshop, dan pelatihan akademik. Selain itu juga pelaksanaan penelitian kolaboratif dan publikasi ilmiah bersama, pendampingan penulisan artikel ilmiah, pengelolaan jurnal, hingga peningkatan kualitas publikasi bereputasi,” ujarnya kepada media. Rabu, 13 Mei 2026.

Sri Sukarni menjelaskan, kerja sama tersebut juga menyasar pengembangan kapasitas dosen, guru, mahasiswa, hingga praktisi pendidikan melalui berbagai kegiatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan dan pengajaran Bahasa Inggris.

“Kalau disimpulkan, kerja sama ini mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Artinya seluruh unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi masuk dalam kerja sama ini, ditambah kegiatan lain yang relevan seperti pertukaran narasumber, reviewer, trainer, mentor, dan tenaga ahli,” katanya.

Menurutnya, program kerja sama ini tidak hanya melibatkan Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris dan S2 Pendidikan Bahasa Inggris, namun juga membuka peluang kolaborasi lintas program studi di lingkungan FBMB.

“Kami juga membuka peluang kerja sama dengan Program Studi Manajemen karena di sana ada mata kuliah manajemen pariwisata yang tentu membutuhkan kemampuan Bahasa Inggris. Begitu juga dengan Program Studi Seni Rupa yang nantinya dapat mengembangkan deskripsi karya dalam Bahasa Inggris,” jelasnya.

Sri Sukarni menambahkan, kerja sama yang memiliki masa berlaku selama tiga tahun tersebut diharapkan segera direalisasikan dalam bentuk program nyata dan tidak berhenti hanya pada penandatanganan dokumen.