Selasa, 10 Maret 2026 | 10.05 WITA
Ekobis  

Aktivitas Ramadan Meningkat, PLN UIW NTB Gaungkan Kampanye Keselamatan Listrik di Sekolah

Suasana sosialisasi bahaya listrik oleh PT PLN (Persero) UIW NTB di SMAN 1 Taliwang, Sumbawa Barat, yang diikuti antusias para siswa. (Dok. PLN)

Sumbawa Barat – Ramadan identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, mulai dari persiapan sahur, berbuka puasa, hingga ibadah malam yang berlangsung hingga larut. Di tengah lonjakan kebutuhan listrik tersebut, PT PLN (Persero) melalui UIW NTB mengambil langkah preventif dengan mengintensifkan kampanye keselamatan ketenagalistrikan.

Bertempat di SMAN 1 Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, PLN UPK Tambora bersama PLN ULP Taliwang menggelar sosialisasi bahaya listrik bagi siswa dan tenaga pendidik. Kegiatan ini tidak sekadar penyuluhan formal, tetapi menjadi forum dialog interaktif mengenai potensi risiko listrik di kehidupan sehari-hari.

Materi yang disampaikan mencakup cara penggunaan peralatan listrik yang benar, pentingnya instalasi sesuai standar, serta langkah-langkah pencegahan kecelakaan akibat hubungan arus pendek maupun beban berlebih. Edukasi ini menjadi sangat krusial, mengingat Ramadan kerap memicu peningkatan pemakaian peralatan elektronik di rumah.

Manager UPK Tambora, Doddy Rizqi, menyatakan bahwa pendidikan keselamatan listrik harus dimulai dari bangku sekolah. “Kami ingin siswa memahami bahwa listrik membawa manfaat besar, namun juga memiliki risiko jika tidak digunakan secara bijak,” katanya.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menambahkan bahwa PLN memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar menjaga pasokan tetap andal. Menurutnya, literasi keselamatan listrik merupakan investasi jangka panjang untuk membangun masyarakat yang sadar risiko dan mampu meminimalkan potensi bahaya.

Langkah ini sekaligus memperkuat posisi PLN sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada layanan, tetapi juga pada edukasi publik dan pembangunan budaya keselamatan di Nusa Tenggara Barat.