Bukan Sekadar Ganti Peralatan, PLN Siapkan Jaringan Praya Hadapi Kebutuhan Listrik yang Terus Tumbuh
LOMBOK TENGAH – Keandalan listrik tidak lahir dalam satu malam. Di balik listrik yang menyala tanpa gangguan, terdapat pekerjaan teknis yang dilakukan secara rutin, terukur, bahkan sering kali tidak terlihat oleh masyarakat.
Prinsip itulah yang kembali dijalankan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) melalui peremajaan keypoint jaringan distribusi di wilayah kerja ULP Praya, Lombok Tengah.
Pekerjaan yang berlangsung pada 13 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari pemeliharaan preventif PLN untuk memastikan infrastruktur distribusi tetap berada dalam kondisi optimal.
Lokasi pekerjaan berada di LBSM SMP 1 Mujur. Peralatan keypoint di lokasi tersebut diketahui mengalami malfungsi mekanik sehingga membutuhkan tindakan perbaikan dan penggantian.
Bagi sistem distribusi, kondisi peralatan tidak bisa dipandang sebelah mata. Ketika sebuah komponen tidak bekerja sebagaimana mestinya, kinerja jaringan secara keseluruhan berpotensi ikut terdampak. Karena itulah PLN mengambil langkah antisipatif sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan yang lebih luas.
Tim Elektromekanik PLN UP2D NTB bersama mitra kerja turun langsung melakukan pekerjaan tersebut.
Penggantian dilakukan melalui tahapan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Selain memastikan peralatan baru terpasang dengan baik, tim juga melakukan pengujian untuk memastikan fungsi keypoint berjalan sebagaimana mestinya.
Aspek keselamatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap pekerjaan. Seluruh proses dilaksanakan sesuai SOP dan standar keselamatan kerja PLN, mulai dari persiapan pekerjaan hingga tahap pengujian akhir.
Pekerjaan teknis tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana PLN membangun keandalan jaringan melalui pendekatan preventif.
Artinya, PLN tidak menunggu sampai gangguan terjadi baru melakukan tindakan. Peralatan yang dinilai membutuhkan pemeliharaan atau peremajaan ditangani lebih awal agar risiko gangguan dapat diminimalkan.
Manager PLN UP2D NTB Faris Fitrianto menjelaskan, pekerjaan pemeliharaan jaringan merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan pelayanan listrik yang semakin berkualitas.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang bagaimana kita menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui peremajaan infrastruktur jaringan, PLN terus memperkuat keandalan sistem distribusi agar mampu memenuhi kebutuhan listrik pelanggan secara optimal sekaligus mendukung aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat,” kata Faris.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah kebutuhan energi listrik masyarakat yang terus berkembang. Lombok Tengah sebagai salah satu wilayah yang terus bergerak dalam aktivitas ekonomi dan sosial membutuhkan infrastruktur kelistrikan yang tidak hanya tersedia, tetapi juga memiliki tingkat keandalan yang memadai.
Listrik kini menjadi bagian penting dari hampir seluruh aktivitas masyarakat. Ketika pasokan listrik terganggu, dampaknya dapat merembet ke berbagai sektor.
Karena itu, pekerjaan pemeliharaan jaringan memiliki nilai strategis. Peremajaan peralatan menjadi salah satu cara PLN memastikan sistem distribusi mampu menghadapi kebutuhan tersebut.
General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli mengatakan PLN akan terus melakukan pemeliharaan dan modernisasi jaringan secara berkelanjutan.
“Semangat kemerdekaan kami maknai dengan menghadirkan aksi nyata melalui peningkatan keandalan infrastruktur kelistrikan. PLN akan terus melakukan pemeliharaan dan modernisasi jaringan secara berkelanjutan agar masyarakat dapat menikmati pasokan listrik yang andal, sekaligus menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, dan kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.
Peremajaan keypoint di LBSM SMP 1 Mujur akhirnya menjadi bagian kecil dari pekerjaan besar PLN menjaga sistem kelistrikan NTB.
Sebab, bagi masyarakat, keberhasilan PLN bukan semata-mata terlihat dari seberapa cepat sebuah gangguan diperbaiki. Keberhasilan yang lebih penting justru ketika gangguan dapat dicegah sebelum terjadi.
Di situlah pekerjaan pemeliharaan memiliki arti. Tidak selalu terlihat, tetapi dampaknya dirasakan setiap hari ketika listrik tetap menyala dan aktivitas masyarakat dapat terus berjalan.