Dengan pengalaman politiknya yang cukup panjang, Gede Sakti mengaku optimis bisa mengoleksi satu kursi DPD. Secara eksplisit, ia mengaku tak keder dengan nama-nama lain yang berkontestasi di pileg DPD.
“Semakin banyak calon semakin bagus. Yang jelas kami tahu cara untuk menang,” kata Gede Sakti.
Ia mengatakan, jaringan ormas Nahdlatul Wathan akan menjadi mesin utama penopang pemenangannya. Ia akan meminta timnya untuk bergerilya hingga ke dusun-dusun di NTB mensosialisasikan dirinya.
“Yang jelas kita punya basis pemilih organik. Ini modal kuat, tapi tidak mungkin hanya berpegang pada itu. Kita akan gerakkan tim ke basis-basis lain,” katanya.

Gede Sakti menargetkan 300 ribu suara untuk mengamankan kursi DPD RI. Target tersebut, kata Gede Sakti cukup realistis untuk bisa diraihnya.
Ia akan memanfaatkan betul jaringan untuk bisa menyebar hingga ke pelosok. Sebab diakuinya, dengan daerah garapan se-NTB, tidak mungkin bagi dirinya untuk bergerak sendiri.
“Tentunya kita minta pendukung setia untuk bisa menyebar, karena kalau saya sendiri tidak mungkin,” katanya.
Untuk diketahui, TGH Gede Sakti merupakan pendaftar ketujuh bacaleg DPD RI dapil NTB. Sebelumnya, telah ada enam nama lain di antaranya Maskahyangan, Musa Shofiandi, Saadatul Hayati Putri, Evi Apita Maya, Nurhaidah, dan Sukisman Azmy.





