Rabu, 8 Juli 2026 | 01.43 WITA
Ekobis  

Srikandi PLN UIW NTB Perkuat Kampanye Anti Kekerasan Seksual, Gandeng STIE Bima Cetak Generasi Berintegritas

Srikandi PLN UIW NTB bersama narasumber dari DP3A Kota Bima memberikan edukasi kepada mahasiswa STIE Bima melalui program Srikandi Goes to Campus tentang pencegahan kekerasan seksual, penguatan kesadaran hukum, dan pentingnya menciptakan lingkungan kampus serta dunia kerja yang aman, inklusif, dan bebas diskriminasi. (Dok. PLN)

BIMA – Pencegahan kekerasan seksual tidak cukup hanya mengandalkan regulasi, tetapi harus dibangun melalui edukasi yang berkelanjutan. Kesadaran untuk menghormati hak setiap individu, memahami batasan perilaku, serta memiliki keberanian melaporkan tindakan pelecehan menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan dan dunia kerja yang aman.

Berangkat dari semangat tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) melalui komunitas Srikandi PLN kembali memperkuat perannya sebagai agen perubahan sosial dengan menggelar program Srikandi Goes to Campus di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima. Mengangkat tema “Pencegahan Sexual Harassment di Lingkungan Kampus dan Kerja”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung terciptanya ruang pendidikan yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan yang merendahkan martabat manusia.

Program yang diikuti mahasiswa, mahasiswi, dan tenaga pendidik tersebut tidak sekadar menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga ruang dialog mengenai tantangan yang dihadapi generasi muda dalam menghadapi berbagai bentuk kekerasan seksual yang masih kerap terjadi di lingkungan pendidikan maupun dunia kerja.

Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, PLN menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bima sebagai narasumber utama. Peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai bentuk pelecehan seksual, faktor penyebab, dampak psikologis terhadap korban, mekanisme pelaporan, hingga langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan oleh individu maupun institusi.

Edukasi tersebut dinilai penting karena masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa pelecehan seksual tidak selalu berbentuk kekerasan fisik. Tindakan verbal, isyarat, pesan elektronik, maupun perilaku yang menimbulkan rasa tidak nyaman juga dapat dikategorikan sebagai bentuk pelecehan yang harus dicegah bersama.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan bahwa transformasi perusahaan tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan kelistrikan, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam pembangunan sosial yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, Srikandi PLN dibentuk bukan hanya sebagai komunitas perempuan di lingkungan perusahaan, melainkan sebagai motor penggerak berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Melalui Srikandi Goes to Campus, kami ingin membangun kesadaran bahwa menciptakan lingkungan kampus dan tempat kerja yang aman merupakan tanggung jawab bersama. PLN percaya bahwa pendidikan menjadi fondasi penting dalam membentuk budaya saling menghormati, menjunjung kesetaraan, serta berani mencegah dan melaporkan setiap bentuk kekerasan seksual. Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan pemahaman yang bermanfaat bagi generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan,” ujar Sri Heny Purwanti.

Ia menambahkan, mahasiswa merupakan generasi yang akan mengisi berbagai sektor strategis di masa mendatang. Karena itu, pembentukan karakter yang menjunjung tinggi integritas, etika, dan penghormatan terhadap sesama menjadi investasi penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang profesional dan bebas dari diskriminasi.

Melalui program ini, PLN ingin menanamkan pemahaman bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menjadi bagian dari solusi. Pencegahan kekerasan seksual bukan hanya tugas korban atau aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.

Pihak STIE Bima menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PLN UIW NTB yang memilih kampus tersebut sebagai lokasi penyelenggaraan Srikandi Goes to Campus. Menurut pihak kampus, isu kekerasan seksual merupakan salah satu tantangan yang harus direspons melalui pendidikan karakter, penguatan literasi hukum, dan peningkatan kesadaran seluruh sivitas akademika.

Kampus berharap materi yang disampaikan dapat memperkaya wawasan mahasiswa sehingga mampu mengenali berbagai bentuk pelecehan seksual sejak dini, memahami hak-haknya sebagai warga kampus, sekaligus berani mengambil langkah yang tepat apabila menghadapi ataupun menyaksikan tindakan yang melanggar norma dan hukum.

Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait dinamika yang sering muncul di lingkungan kampus maupun tempat kerja. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa isu perlindungan terhadap perempuan dan pencegahan kekerasan seksual menjadi perhatian serius bagi kalangan generasi muda.

Bagi PLN, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya infrastruktur dan energi yang andal, tetapi juga oleh terciptanya masyarakat yang memiliki budaya saling menghormati, menjunjung kesetaraan, serta menjadikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Karena itu, program Srikandi Goes to Campus akan terus menjadi salah satu instrumen PLN UIW NTB dalam memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek sosial yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat, perlindungan kelompok rentan, serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Melalui kolaborasi bersama perguruan tinggi dan pemerintah daerah, PLN berharap gerakan edukasi ini mampu melahirkan agen-agen perubahan di kalangan mahasiswa yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, keberanian melawan kekerasan seksual, serta komitmen menciptakan lingkungan kampus dan dunia kerja yang aman, inklusif, dan bermartabat.