LOMBOK TENGAH – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sengkol di Lombok Tengah kembali menjadi perhatian nasional setelah dikunjungi langsung Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi. Kunjungan tersebut mempertegas posisi NTB sebagai salah satu daerah yang dinilai progresif dalam mendukung percepatan pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.
Kehadiran Dirjen EBTKE disambut langsung oleh jajaran PT PLN (Persero) UIW NTB dipimpin General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti. Turut hadir pula Senior Manager Perencanaan PLN UIW NTB, Sigit Hari Wibowo, dalam agenda peninjauan fasilitas pembangkit energi surya yang telah beroperasi hampir tujuh tahun tersebut.
PLTS Sengkol yang dikelola oleh Vena Energy menjadi salah satu proyek energi hijau yang dinilai berhasil memperlihatkan efektivitas pemanfaatan energi matahari di kawasan timur Indonesia. Dengan kapasitas terpasang sebesar 7 MWp, pembangkit tersebut terus berkontribusi terhadap penguatan sistem kelistrikan di Pulau Lombok sekaligus mendukung target bauran energi nasional.
Di tengah isu perubahan iklim dan tekanan global terhadap pengurangan emisi karbon, keberadaan PLTS Sengkol menjadi gambaran nyata bagaimana energi bersih mulai mengambil peran penting dalam sistem ketenagalistrikan nasional. NTB dinilai memiliki peluang besar menjadi laboratorium pengembangan energi terbarukan karena didukung kondisi geografis dan potensi alam yang sangat memadai.
Data operasional menunjukkan PLTS Sengkol mampu mencatat capacity factor rata-rata antara 15,6 persen hingga 22,5 persen setiap tahunnya. Capaian tersebut menunjukkan tingkat efisiensi yang cukup baik untuk pembangkit berbasis tenaga surya dan memperlihatkan bahwa energi matahari di NTB memiliki prospek pengembangan yang menjanjikan.

Dalam keterangannya, Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa pengembangan energi baru terbarukan harus menjadi agenda bersama seluruh pihak. Menurutnya, Indonesia membutuhkan akselerasi pembangunan energi hijau untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memenuhi komitmen pengurangan emisi karbon di tingkat global.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, PLN, sektor swasta, dan pemerintah daerah agar pembangunan energi terbarukan dapat berjalan lebih cepat dan merata. Menurutnya, wilayah kepulauan seperti NTB memiliki nilai strategis karena dapat menjadi model pengembangan energi bersih berbasis potensi lokal.
Sementara itu, General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan bahwa PLN akan terus mendorong transformasi sektor kelistrikan melalui pengembangan energi ramah lingkungan. PLN, kata dia, berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang tidak hanya andal tetapi juga semakin hijau dan berkelanjutan.
“Kami percaya pengembangan energi baru terbarukan akan menjadi fondasi penting bagi masa depan kelistrikan NTB. PLN siap memperkuat sinergi bersama seluruh stakeholder agar transformasi energi di daerah ini berjalan optimal,” katanya.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga bentuk penguatan arah kebijakan nasional dalam mempercepat transisi energi. Dengan dukungan pembangkit seperti PLTS Sengkol, NTB dinilai semakin siap mengambil peran penting dalam peta pengembangan energi hijau Indonesia.





