SUMBAWA – Harapan masyarakat Pulau Sumbawa terhadap pasokan listrik yang semakin stabil kini kian mendekati kenyataan. PT PLN (Persero) melalui PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek (PUSMANPRO) berhasil menuntaskan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sumbawa 2 berkapasitas 30 MW yang kini telah siap memasuki tahap operasi komersial.
Pembangkit yang berlokasi di Pulau Sumbawa tersebut menjadi salah satu infrastruktur energi strategis yang diproyeksikan memperkuat sistem kelistrikan Tambora. Kehadirannya tidak hanya berfungsi sebagai penambah pasokan energi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Setelah melalui tahapan pengujian performa atau performance test dengan hasil yang memuaskan, PLTMG Sumbawa 2 dinyatakan siap beroperasi penuh. Keberhasilan ini menandai berakhirnya proses pembangunan yang dimulai sejak tahun 2023 dan menjadi tonggak penting dalam perjalanan penguatan sistem kelistrikan di wilayah Nusa Tenggara Barat bagian timur.
Dengan kapasitas 30 MW, pembangkit tersebut akan memberikan kontribusi besar terhadap cadangan daya Sistem Tambora. Tambahan daya ini diperkirakan mampu meningkatkan margin cadangan listrik hingga sekitar 20 persen, sehingga memperkuat kemampuan sistem dalam mengantisipasi lonjakan konsumsi energi maupun potensi gangguan operasional.
Keunggulan lainnya terletak pada teknologi yang digunakan. PLTMG Sumbawa 2 mengoperasikan tiga unit mesin dual fuel yang mampu menggunakan bahan bakar gas maupun minyak. Fleksibilitas tersebut memberikan keuntungan dalam aspek operasional sekaligus meningkatkan keandalan pasokan energi.
Pemanfaatan teknologi mesin gas modern dari Wartsila Finlandia juga menjadi langkah nyata PLN dalam mendukung agenda transisi energi nasional. Selain memiliki tingkat efisiensi yang lebih baik, teknologi ini mampu menekan emisi sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan pembangkit konvensional.
Manager PLN UPMK II, Adriuli, menyampaikan bahwa penyelesaian proyek ini merupakan bukti komitmen PLN dalam menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang berkualitas tinggi bagi masyarakat.
Menurutnya, setiap tahapan pembangunan dilakukan dengan pengawasan yang ketat guna memastikan seluruh fasilitas pembangkit memenuhi standar keselamatan dan keandalan operasional.
“PLTMG Sumbawa 2 hadir untuk menjawab kebutuhan listrik yang terus berkembang. Kami ingin memastikan masyarakat dan pelaku usaha mendapatkan pasokan listrik yang stabil sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih optimal,” ungkapnya.
Keberadaan pembangkit baru ini dipandang sangat penting mengingat Pulau Sumbawa tengah mengalami pertumbuhan berbagai sektor produktif. Mulai dari sektor pertanian modern, perikanan, peternakan, industri pengolahan hingga investasi berbasis sumber daya alam membutuhkan dukungan energi yang memadai agar dapat berkembang secara maksimal.
Selain aspek teknis, proyek ini juga mencatatkan prestasi dalam penerapan budaya keselamatan kerja. Selama masa konstruksi, proyek berhasil mencapai zero accident atau nihil kecelakaan kerja, sebuah indikator bahwa standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diterapkan secara konsisten di seluruh lini pekerjaan.
General Manager PLN PUSMANPRO, Aan Ridhoana Fitriaji, menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam proyek.“
“ni merupakan hasil kerja bersama yang patut diapresiasi. Kami berharap keberadaan PLTMG Sumbawa 2 dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan menjadi salah satu penggerak utama pembangunan ekonomi Pulau Sumbawa,” ujarnya.
Dengan siap beroperasinya PLTMG Sumbawa 2, PLN optimistis sistem kelistrikan Tambora akan semakin kuat dan tangguh dalam menghadapi kebutuhan energi masa depan. Lebih dari sekadar pembangkit listrik, proyek ini menjadi simbol hadirnya infrastruktur energi modern yang mendukung transformasi ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, serta memperkuat fondasi pembangunan berkelanjutan di Pulau Sumbawa.





