Lombok Barat – Menjelang pergantian tahun, Pelabuhan Lembar kembali menjadi simpul utama pergerakan masyarakat Nusa Tenggara Barat. Arus penumpang dan kendaraan yang menyeberang melalui pelabuhan ini tercatat mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar, Handoyo Priyanto, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut sudah mulai terlihat sejak memasuki periode libur Natal dan semakin menguat menjelang Tahun Baru 2026.
Berdasarkan catatan sementara, jumlah penumpang meningkat lebih dari 21 persen, sementara total kendaraan melonjak hingga 30,81 persen dibandingkan periode Nataru tahun lalu. Meski demikian, Handoyo memastikan kondisi operasional masih terkendali dan berjalan dengan baik.
“Peningkatan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat, namun sejauh ini pelayanan tetap berjalan kondusif,” ujarnya.
Penguatan Layanan di Titik Kritis
Menghadapi potensi lonjakan lebih besar, ASDP Lembar melakukan penguatan layanan di sejumlah titik krusial. Penambahan loket pemeriksaan bagi penumpang pejalan kaki dan roda dua menjadi salah satu langkah untuk mempercepat alur masuk pelabuhan.
ASDP juga mempercepat proses sandar, bongkar, dan muat kapal guna meningkatkan efisiensi layanan. Langkah ini dibarengi dengan kerja sama bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam penyediaan terminal Segenter sebagai buffer zone, sehingga kepadatan dapat dikendalikan sejak awal.
Operasi Kapal Bersifat Dinamis
Dalam aspek armada, ASDP Lembar menerapkan pola operasi dinamis yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Tiga skenario operasional telah disiapkan, mulai dari kondisi normal hingga sangat padat.
Pada skenario tertinggi, ASDP siap mengoperasikan hingga 18 kapal dengan waktu sandar yang dipersingkat menjadi satu jam. Strategi ini dirancang untuk memaksimalkan kapasitas angkut sekaligus meminimalkan waktu tunggu pengguna jasa.
Keselamatan Jadi Prioritas
Di tengah tingginya intensitas perjalanan, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. ASDP Lembar menyiapkan fasilitas pendukung seperti tenda di area parkir siap muat kendaraan roda dua, serta menempatkan petugas di titik-titik strategis guna memastikan ketertiban dan keamanan penumpang.
Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat melalui pembentukan posko bersama yang melibatkan KSOP, Kepolisian, TNI, dan instansi terkait lainnya. Posko ini menjadi pusat kendali dan pengawasan selama periode libur akhir tahun.
Ajakan untuk Tertib dan Disiplin
Handoyo mengingatkan masyarakat agar mematuhi rambu, mengikuti arahan petugas, serta memesan tiket secara resmi melalui layanan daring. Ia menegaskan bahwa kelancaran penyeberangan tidak hanya bergantung pada operator, tetapi juga pada kedisiplinan pengguna jasa.
“Kami berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan baik, sehingga perjalanan akhir tahun ini bisa berlangsung aman dan nyaman,” tutupnya.





